Jape Methe

Apurie's Blog
Showing posts with label Semarang. Show all posts
Showing posts with label Semarang. Show all posts
Landscape kota Semarang dilihat dari ketinggian 99 meter di menara Masjid Agung Jawa Tengah
Peserta Qwords.com Photo Blog Competition 2008
Judul : Masjid Agung di Antara Keagungan-Nya
Lokasi : Semarang, Jawa Tengah
Masjid Agung, Semarang, Jawa Tengah
Berhubung bensin mood sudah full tank, so ceritanya yang lalu dilanjutin…
Belum sampai ujung ruangan langkahnya terhenti.
Ada pergerakan dari ujung ruangan.
Ah, syukurlah tidak ada kejadian apa-apa.
Sial, kupikir terjadi sesuatu dengan mereka..
Dengan langkah santai 2 orang tadi berjalan kembali ke barisan. Acara uji nyali kami akhiri setelah peserta ketiga menyelesaikan uji nyalinya.
Kami kembali ke lantai 2 melewati sebuah tangga putar yang mas Jalangkung sebut dengan ‘tangga Titanic’ karena tangga tersebut mirip dengan sebuah adegan di film Titanic. Ah, masa sih? Tanyaku dalam hati.
Kami tiba di sebuah lorong. Mataku menyisir ruangan demi ruangan yang kulewati. Mas Jalangkung menunjuk sebuah gedung di seberang yang menurutnya mempunyai kekuatan mistis yang tinggi.
“Nanti kita ke sana nggak mas?” Tanya salah seorang peserta
“Oh, engga” jawabnya singkat
“Kita tadi udah jalan lama mungkin ada yang capek trus konsentrasi berkurang. Takutnya nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan. Ada yang digodaian atau takutnya malah kemasukan” ujarnya memberikan penjelasan yang logis.
Hampir satu jam rasanya mengelilingi gedung ini. Ada satu tempat yang tidak saya kunjungi saat itu. Ruang bawah tanah!
Mas Jalangkung menjelaskan, tempat yang paling angker adalah ruangan bawah tanah. Dulu di ruangan itulah para tahanan berada dan di situ pula pembantaian terjadi.
Untuk mencapai ruangan bawah tanah rombongan perlu mengeluarkan biaya tambahan sebesar Rp. 5.000. Nantinya pengunjung akan telanjang kaki karena ruangan bawah tanah menjadi tempat resapan air sehingga setelah hujan ruangan akan tergenang air. Pemandunya pun akan berganti, karena menurut mas Jalangkung perlu pemandu yang punya ‘kemampuan’ lebih bila berada di ruang bawah tanah itu.
Angker memang, di sana pulalah lokasi uji nyali di tayangan Dunia Lain yang sempat memunculkan sosok perempuan berbaju putih dan berambut panjang yang biasa disebut dengan Kuntilanak.
gambar diambil dari YouTube.com
Akhirnya selesai sudah kuberwisata horor. Timer hape yang sedari tadi sengaja ku aktifkan menunjukkan di angka 1 jam 6 menit! Lumayan pegel juga berkeliling selama 1 jam.
Ah, perasaaan tak ada yang spesial di gedung ini. Entah karena hanya sugesti, rumor atau karena tak ada penampakan?
Masih tanggung, kusempatkan untuk nongkrong di salah satu sudut kota tak jauh dari simpang lima sambil menikmati mie goreng telur dan wedhang jahe hangat.
Lelah menghampiri, kuputuskan untuk mengakhiri malam panjang ini.
Di sepanjang perjalanan pengalaman di Lawang Sewu masih terbayang-bayang. Mata ini masih saja menyisir tiap sudut jalanan kota Semarang.
Memasuki sebuah jembatan, dari kejauhan kulihat segerombolan cewek-cewek cantik berbalut baju seksi.
‘Suit..suit..cewek-cewek seksi cari mangsa’ pikirku.
Sial, setelah kendaraan melintas di dekat gerombolan itu baru kusadari mereka ternyata BANCI !!!!! Kurang ajar!!!, cantiknya melebihi seorang perempuan.
Ah, sudahlah daripada ngebahas makhluk banci, mending baca yang satu ini.
Tips mengunjungi Lawang Sewu.
1. Kalau berkenan, kunjungi saat malam hari. Malam hari-nya manusia adalah siang hari-nya mereka. Kunjungan di siang hari sepertinya kurang seru. Usahakan jangan mengunjungi saat peak season, malem Jum’at (terutama malem Jum’at Kliwon), atau malam liburan karena akan memungkinkan banyak orang dalam tiap grup yang akan mengurangi kenyamanan berwisata horor. Yang ini asli pesen dari mas Jalangkung!
2. Konsentrasi, siapkan nyali, jangan ngalamun! Dilarang masuk ke Lawang Sewu saat perut kosong, karena dijamin tak ada yang jual makanan di dalam. Kalau Anda melihat ada yang jualan di dalam gedung berarti…….
3. Bawa senter, penerangan lampu layar hape gak mumpuni. Jangan bawa petromak, lampu emergency atau yang sejenisnya karena akan mengurangi suasana horornya.
4. Hitung jumlah rombongan, kalau-kalau ada yang nambah jumlah pesertanya. Hindari menggunakan sistem hitungan berantai. Bila peserta berjumlah 5 orang misalnya, waspada bila ada yang menyebut hitungan ke-6!!. Nah loh!!!
5. Jangan bawa balita. Yang ini serius, penglihatan balita terhadap dunia lain masih sensitif.
6. Bila berminat berfoto ria di dalam gedung, tidak dianjurkan pake kamera hape takutnya ada missed call dari ‘alam gaib’. He..gak ding..
Pake kamera hape hasilnya gak maksimal meskipun kamera dilengkapi dengan flash. Gunakan kamera saku digital yang secara fasilitas lebih baik dari kamera hape. Bila memungkinkan gunakan kamera DSLR, siapa tahu Anda beruntung menangkap penampakan tuyul, kuntilanak, pocong atau makhluk yang lain. Tapi yang jelas bukan Poo-cong yang satu ini!
7. Boleh bawa permen untuk olah raga mulut. Tapi jangan sekali-kali membawa permen setan bermerk KEMENYAN.
Selamat berwisata horor!!
(end)
Gambarkan Lawang Sewu dalam 3 kata!
Hantu, angker dan mistis.
Itulah yang terlintas pertama kali saat berada di halaman gedung yang konon katanya menjadi gudangnya lelembut.
3rd May, 10pm
Hujan sejak 1 jam yang lalu berangsur mulai reda membawaku ingin menikmati malam panjang mengelilingi kota Semarang. Maksud semula hanya ingin ke ATM untuk menarik uang berubah saat saudara mengajakku melihat dari luar wajah gedung tua itu.
Salah satu sudut Lawang Sewu
Tawaran untuk mengikuti wisata malam di gedung bekas penjajah itu sempat kutolak. Namun karena penasaran ajakan itu akhirnya kuiyakan. Dengan selembar uang lima ribuan kudapat memasuki gedung tua itu ditemani seorang pemandu yang belakangan mengaku punya nama panggilan Jalangkung!
Bersama rombongan anak muda dari Purworejo sebanyak 13 orang kami memulai uji nyali ini. Total grup kami berjumlah 16 termasuk pemandunya.
"Mas, itung dulu ntar ada yang nambah" gurauku.
Diawali doa bersama kami menaiki anak tangga yang cukup lebar yang pernah menjadi lokasi syuting film layar lebar Ayat Ayat Cinta.
Memandang ke atas dari anak tangga pertama mengingatkanku pada acara Dunia Lain yang sempat memunculkan sosok lelembut di tempat yang sama.
Ruangan demi ruangan kami masuki disertai dengan penjelasan mas Jalangkung.
‘Ah, sial sedari tadi aku berada di barisan paling belakang’ batinku.
Sengaja mata ini menyapu kondisi ruangan sekitar yang gelap gulita. Sayang kamera digital tertinggal di rumah, jika tidak mungkin saya akan beruntung menangkap objek ‘halus’ dalam lensa.
Sinar lampu dari layar hape hanya mampu menerangi tak lebih dari radius 1 meter. Di beberapa ruangan tampak tumpukan sampah yang tak diperhatikan. Untungnya, saya mengunjungi lokasi tersebut saat malam hari. Bila tidak, kenyaman akan sangat terganggu dengan sampah-sampah yang menghiasi di beberapa ruangan.
Tak terasa kami berada di lantai paling atas. Di balkon antara tower penyimpanan air berada, saya dapat melihat pemandangan salah satu sudut kota Tugu Muda Semarang.
Masih di lantai 3, mas Jalangkung memperlihatkan salah satu bagian rangka baja yang -katanya- sobek terkena peluru meriam pada jaman perang dahulu. Sambil menunggu para ABG yang sedang foto berlatar belakang kota Semarang, saya sempatkan ngobrol sejenak dengan mas Jalangkung.
"Pengunjung yang ke sini ada yang kesurupan gak mas?" tanyaku
"Wah, banyak mas. Tiap bulan itu pasti ada 1 orang mas yang kesurupan" jawabnya.
"Wah ini ni...!" seruku
"Tapi tenang mas asal konsentrasi, pikiran gak ke mana-mana sih masih aman" lanjutnya mencoba menenangkanku.
“Ada gak mas tempat tertentu yang aroma mistisnya tinggi?” tanyaku
“Oh, ada mas. Nanti kita ke sana. Kalau mau nanti mas bisa uji nyali” jelasnya dengan gaya bicara yang kalem.
Setelah melanjutkan perjalanan, kami pun tiba di ruangan yang dimaksud.
“Di sini tempat yang saya maksud tadi” kata mas jalangkung.
“Silakan kalau mau mencoba uji nyali ada di ujung ruangan itu” ujarnya sambil menunjuk ke tempat yang dimaksud.
“Jalan sampai ujung 2 orang, nanti akan merasakan suasana yang berbeda di sana. Jangan lama-lama langsung kembali lagi” lanjut mas Jalangkung.
Sesaat 2 orang dalam rombongan ABG tadi berjalan menuju ujung ruangan.
“Santai aja ya mas, ingat Tuhan” pesan mas Jalangkung kepada 2 orang ABG itu.
Sambil menunggu peserta tadi sampai di ujung ruangan, mas Jalangkung coba membuka obrolan dengan beberapa ABG yang lainnya.
Keheningan menyelimuti ruangan itu. Sepertinya mereka sudah sampai di ujung ruangan.
Satu menit, dua menit berlalu tanpa ada suara. Mas Jalangkung memanggil kedua ‘peserta’ tadi berkali-kali.
“Mas, kalau sudah kembali mas!!” ujar mas Jalangkung
“Mas, kalau sudah kembali. Ingat tuhan mas…ingat Tuhan!” lanjutnya
Karena lama tak terlihat ada pergerakan di ujung sana, mas Jalangkung berinisiatif menghampiri kedua orang tadi ke ujung ruangan.
Sesuatu telah terjadi!, pikirku.
13
(maaf ceritanya dipotong yang punya blog lagi kehabisan bensin mood :D :P)
Previous PostOlder Posts Home