| gambar yang punya astra-honda :) |
Setuju tidak setuju, aturan lalu lintas untuk sepeda motor (R2) soal Light On mulai diberlakukan. Bagi yang melanggar, apapun alasannya termasuk lupa siap-siap Rp.100.000 melayang. Di Samarinda mulai 15 Mei 2011, aturan ini mulai diberlakukan secara resmi untuk pengendara sepeda motor (R2) setelah melalui proses sosialisasi.
Bagi saya, tidak ada masalah karena selama ini justru membantu. Anggapan bola lampu cepat putus secara teori memang benar, namun bukan berarti tak ada solusinya. Toh penggunaannya terbatas untuk di jalan raya, kalau di jalan perumahan atau jalan kampung tak perlu kan? Lagi pula ada trik khusus biar bola lampu tidak cepat putus. Bagaimana? Saya kasih tahu kapan-kapan ya…!!!
Melengkapi jajaran keluarga Revo, Honda meluncurkan Revo Techno AT. Ini bukan skuter bebek seperti kebanyakan sepeda motor matic. Ini adalah sepeda motor bebek Revo versi matic.
Di Revo matic ini, Honda mengusung teknologi sistem Fuel Injection baru generasi ketiga dengan penambahan sensor O2 dan catalytic converter yang mendukung teknologi yang ramah lingkungan.
Dengan hadirnya genre baru bebek matic ini, Honda menambah daftar 'koleksi' motor matic setelah sebelumnya meluncurkan skuter bebek Scoopy. Bagi yang berminat Revo Techno AT ini dilepas dengan harga kisaran Rp. 15,8 juta
(Gambar : Honda Wave 110i AT (versi Thailand), diambil dari http://www.aphonda.co.th)
Yamaha resmi memperkenalkan motor terbarunya YZR-M1 untuk musim 2010, namun ada yang beda dengan penampilan pembalap dan motor terbarunya. Jargon Yamaha “Semakin di Depan” kini melekat di baju pembalap dan motor pembalap tim Yahama itu. Di baju balap Rossi dan Lorenzo, tagline Yamaha melekat di lengan pembalap, sedangkan di tunggangannya melekat di bagian belakang.
Peletakkan jargon Yamaha ini bukan tanpa alasan, Indonesia menjadi pangsa pasar yang gemuk untuk penjualan unit sepeda motor Yamaha, bahkan jumlah penjualan di Indonesia termasuk jumlah terbesar di antara jaringan Yamaha Company di dunia.
Setidaknya Indonesia boleh berbangga terlepas dari merosotnya prestasi bulutangkis Indonesia dan buruknya citra sepakbola nasional. Pertanyaannya adalah : jargonnya sudah nampang di GP, pembalapnya kapan?
Persaingan produsen motor papan atas antara Honda dengan Yamaha sepertinya akan bertambah seru. Yamaha yang membayangi Honda bertekad untuk menyalip Honda untuk yang kedua kalinya. Honda yang beberapa waktu yang lalu meluncurkan New Revo mendapat feed back dari Yamaha yang meluncurkan varian terbaru seri Jupiter Z.
Dibandingkan dengan seri sebelumnya, New Jupiter Z ini mengalami beberapa peningkatan terutama di bagian kapasitas mesin menjadi 115cc. Dari tampilan fisik, seri terbaru ini terlihat lebih cantik dan futuristik dengan model head lamp model baru dan sign light yang ditempatkan di bagian side wing.
Satu hal yang membuat lebih wah adalah secure shutter key yang mengadopsi teknologi Honda. Fitur ini terbilang telat karena Honda dan Suzuki terlebih dahulu mengaplikasikan fasilitas ini. Bedanya, kunci jok yang biasanya terletak di belakang kini berpindah menjadi satu di secure shutter key milik Jupiter ini. Tinggal menekan kunci lebih dalam lalu memutarnya, maka jok akan terbuka. Fasilitas ini sebelumnya sudah diadopsi oleh Suzuki Shogun 125 terbaru.
(foto dari Facebook Yamaha Motor Indonesia dan www.yamaha-friends.com)
(ngomong-ngomong soal yang baru, untuk sementara yang punya blog ini meliburkan diri blogwalking guna mempersiapkan segala hal yang baru, insya allah menapaki kehidupan yang lebih baru, Mohon doa restu)
Beberapa waktu yang lalu, secara resmi Honda telah meluncurkan produk terbarunya bernama City Sport 1 (CS1).
Keinginan untuk melihat lebih dekat produk yang diklaim sebagai spesies baru sepeda motor ini terwujud setelah melihat langsung saat launching di Mal SCP, Samarinda.
My first impression was so excited, kesan futuristik terlihat jelas. Cuma sayang, bentuknya yang gemuk di depan mengurangi rasa kekagumanku.
Melihat spesifikasinya membuat saya berpikir sejenak. 125cc plus 5 percepatan…I think that will be useless for me!.
Sebelum akhirnya meminang Juprie, sebenarnya sungguh sebuah motor Honda adalah impian saya sejak dulu. Beberapa pilihan saat itu telah ku timbang-timbang.
Supra Fit lewat karena model lama, Revo lewat juga. Meski model paling gres saat itu tapi bodinya kok ngga sreg ya, terlebih penyakit lama Honda kambuh lagi. Ganti Baju doang! Terakhir, New Supra X 125. Ahaaa!! Ini baru mantab.
Sapa sih yang gak pengen punya Supra X 125cc…Honda lagi!! Tapi setelah dipikir-pikir, siapa yang butuh motor dengan cc besar? Bukan karena masalah konsumsi BBM, selain faktor budget (:D) ada hal lain yang jadi pertimbangan kenapa lebih memilih cc standar (110cc).
Perilaku saya mengendara di jalan rata-rata 50 Km/jam, paling tinggi 60 Km/jam itupun jarang. Jikalau saya menggunakan motor 125cc, tentu lahirlah 3 pilihan.
- Bisa saja saya tergoda akan membuka gas motor lebih tinggi sehingga bisa memaksimalkan percepatan hingga 4 speed.
- Tetap berperilaku sama dengan mengabaikan gigi keempat (gigi 4 nganggur!).
- Pilihan ketiga adalah berperilaku sama dengan memaksimalkan semua percepatan. Untuk pilihan terakhir sepertinya kurang bijak karena penggunaan perseling tinggi di kecepatan rendah selain berpengaruh terhadap mesin juga memicu konsumsi BBM lebih banyak
Secara pengalaman mengendarai Honda Kirana, kecepatan 50 Km/jam terasa masih nyaman di gigi 3. Karena nafasnya yang panjang, perseneling 4 baru saya injak setelah mencapai 65-70 Km/jam!. Apalagi pake CS1 yang punya 5 speed?
Apa jadinya jika saya nanti malah doyan memacu kuda besi di atas kecepatan rata-rata di jalanan Samarinda yang banyak lubang ini.
Sempat terlintas bakalan menghantam mobil mewah. Duh, saya tak punya tabungan yang cukup untuk menggantinya, saya tak punya asuransi yang cukup, motor kredit belum lunas dah remuk, gw belum mau mati dengan cara yang seperti itu. Gue belum merried!!
Byuuurrrrrrrr…..
Untung ada segayung air mengguyur lamunanku.
Ah itu hanya perhitunganku dengan skenario yang paling buruk, dan sepertinya masuk akal juga.
Oke deh, buat amannya sih yang biasa aja. Aman di jalan aman juga di kantong…he..he…..
Biarlah mereka-mereka saja yang menikmati motor baru CS1 dengan teknologi terbaru. Katanya tuh motor perkawinan motor bebek dengan sport. Mesin jenis tegak tapi body bebek? Banci donk!! Gedubrak!!! Halah gak sampe segitunya kaleee…
Baca juga :
(end)



