Jape Methe

Apurie's Blog
Showing posts with label seluler. Show all posts
Showing posts with label seluler. Show all posts

Akronim dalam kamus wikipedia berarti sebuah singkatan yang menjadi sebuah kata tersendiri.

Keisenganku kali ini muncul – lagi - saat melihat sebuah iklan dari sebuah produk salah satu provider seluler di negeri ini yang baru kusadari ada yang aneh.

Bila si merah menggandeng Indra Bekti, si kuning menggandeng Padi dan si biru-orange menggandeng Samsons sebagai produk ikonnya masing-masing, maka si ungu ini menggandeng band Nidji.

Produk yang dimaksud adalah produk Starone keluaran Indosat dengan jargon ‘Ngorbit’-nya. Ngorbit di sini dimaksudkan adalah Ngobrol Irit, tapi benarkah ini sebuah akronim?.

Bisa saja bukan, karena kalo dijadikan sebuah akronim sepertinya meleset dan ‘ngobrol irit’ seharusnya menjadi NGOBRIT. Antara NGORBIT dan NGOBRIT memang mempunyai persamaan bunyi yang hampir sama, mungkin inilah yang diambil Starone untuk mengakronimkan Ngobrol Iritnya.



Trus kalo bukan akronim trus apaan donk? Mmmmm…mungkin lebih tepatnya plesetan kali ya!! Kalau akronim ya kaya Juprie ato IND!e, he…pede aja lagi!!.

Silakan perhatikan akhir-akhir ini berkaitan denga perang tarif antar operator seluler yang kian menggila berebut ‘kue’ pangsa pasar, berebut mencari perhatian agar sang konsumen ‘selingkuh’ ato minimal ‘TTM’.

Gak tau sapa yang mulai yang jelas semakin keliatan perang tarif tersebut hingga dalam iklannya terang-terangan ‘menyerang’ produk kompetitor.

Banyak produk kartu seluler di negeri ini tapi kita contohkan si tiga besar antara Telkomsel, Mentari dan XL Bebas.

Lihat saja :

  1. Saat si kuning mengeluarkan program Mentari Hebat Berlima, si orange merespon dengan iklannya yang tidak mengabsen sang siswa yang termasuk si ‘ketentuan berlaku’, ‘sesama operator’ dan ‘telpon tengah malam’.

  1. Si orange kemudian mengeluarkan produk Rp. 10/detik yang kemudian dilanjutkan dengan program Rp. 1/detik. Tak hanya programnya yang berani, iklannya pun bisa dibilang berani. Tak ayal iklan yang menampilkan sosok cewek yang ‘menggoda’ dengan tulisan Rp. 1/detik itu menuai kritik di kalangan kaum perempuan karena dianggap merendahkan ‘harga’ diri perempuan.


  1. Si kuning membalas dengan program Rp. 0/detik dengan iklannya di meja pelelangan. Tidak 25, 10 atau 1 tapi si Dian Sastro yang memberikan tawaran Rp.0,-

  1. Si orange membalas dengan iklannya yang menyajikan perhitungan tarif dalam tabel perbandingan tarif percakapan. Sekali lagi, dengan terang-terangan ‘menyerang’ si kuning dengan deskripsi iklannya yang bernada mengejek .

  1. Meskipun berada jauh di atas si kuning dan si orange, si merah tak mau ketinggalan berebut ‘kue’ dengan peluncuran simPATI PeDe tarif Rp.0,5/detik ke sesama Telkomsel.

  1. Si orange tak mau kalah, mengeluarkan program Tarif Termurah Rp.0,1/detik ke sesama XL dan lintas operator. Kali ini dalam iklan media cetaknya lebih ‘sopan’ dengan menampilkan cewek yang sama di sebelah tulisan Rp. 0,1/detik.

  1. Si kuning kemudian memberikan gratis 1 menit pertama.

  1. Si merah menjawab “Tak perlu dibandingkan!!.”

Dan perang masih berlanjut!!. Entah akan ada program yang seperti apalagi, tentu saja dalam hal ini konsumen merasa dimanjakan dengan segala program tarif murah. Tapi alangkah lebih bijaksana bila kita sebagai konsumen tak menelan mentah-mentah program-program tersebut yang ujung-ujungnya malah membuat konsumen tertipu.

Sebaiknya kita sebagai konsumen mempelajari syarat-syarat dan ketentuan masing-masing program, karena tidak jarang dalam iklan cetak di bagian bawah – dengan tulisan kecil tentunya – tertulis terms and condition apply.


Ironis sekali bagi mereka yang memiliki berbagai fitur menarik di hapenya tapi hanya sebagai hiasan semata. Entah karena sekedar ikut-ikutan atau gengsi yang jelas mubazir banget.

Contohnya fasilitas 3G yang sudah terbenam di hampir ponsel di jaman sekarang, alih-alih pengen ikut kemajuan jaman tapi gak didukung dengan kondisi, misalnya ada berapa lawan bicara yang menggunakan fasilitas serupa?apakah provider yang digunakan sudah mendukung?, apakah sudah siap dengan konsekuensi biaya? ato jangan-jangan karena terpaksa seperti gw ini?

Hampir seluruh fitur yang ada di hape gw ini sering gw pake, kamera, radio, gigibiru, ato internet gak ada yang mubazir kecuali fasilitas 3G (tanpa kamera sekunder). Sebenarnya waktu hunting hape baru (yang akhirnya dapet hape ini) gak ada fitur 3G dalam daftar, cuma yang biasa gak ada jadi dapetlah yang seperti ini.

Fitur lainnya yang jarang dimaksimalkan pengguna adalah adanya OS (Operating System) entah itu Symbian ato Java, padahal dengan mereka kita bisa memasukan berbagai macam aplikasi yang bermanfaat. Bila panjenengan tertarik monggo pinarak wonten http://getjar.com/, di sana terdapat berbagai macam aplikasi dari berbagai OS dan merk hape.

Dunia Dalam Genggaman

Daripada benggong mending browsing cari ilmu dan informasi. Opera sebagai browser internet tercepat dan teraman sekaligus punya pangsa pasar terkecil di dunia meliris versi mobile yang diberi nama Opera Mini yang telah mencapai versi 3.1 (kabarnya versi 4 sedang dalam pengembangan). Ya itung-itung mengusir sepi dan jenuh pas mati lampu iseng-iseng update hasil liga Inggris semalem. Silakan unduh aplikasinya melalui hape, ketikkan wap.getjar.com dan masukkan kode quick download 9531.






Lebaran tinggal hitungan hari, ingin mengirimkan ucapan hari raya? Tunggu dulu, silakan baca coretan di bawah (asli bikinan sendiri) :

  1. Kirim SMS

Kebanyakan orang mengirim pesan setelah shalat Id, saat inilah traffic pengiriman SMS mencapai puncaknya. Kalo pas lagi beruntung SMS bisa langsung nyampe tapi kalo lagi apes jangan kaget bila SMS Anda baru sampai ke penerima sore hari. Untuk menghindarinya, kirimlah pesan saat malam takbir atau pagi hari (subuh).

  1. Kirim MMS

Tak ada salahnya menggunakan fasilitas yang satu ini untuk mengirim gambar atau pesan suara Anda. Tapi yang perlu diperhatikan pastikan ponsel penerima mendukung fasilitas ini. Pastikan pula setingan GPRS/MMS telah terseting dengan benar. Bila ponsel Anda belum terseting, lakukan penyetingan jauh hari sebelum hari H, karena beberapa operator seluler memerlukan waktu paling lama 2 x 24 jam hingga setingan GPRS/MMS dapat digunakan.

  1. Merangkai Kata

Banyak sekali sumber yang menyediakan rangkaian ucapan hari raya, Anda bisa menggunakannya sebagai template ucapan Anda. Ada baiknya Anda rangkai sendiri ucapan Anda agar terkesan beda dari yang lain.

Hindari mem-forward SMS ucapan dari seseorang untuk dikirimkan kembali ke rekan atau saudara Anda. Pernahkah Anda menerima SMS ucapan yang sama dari pengirim yang berbeda? Atau bahkan SMS yang pernah Anda forward Anda terima kembali dari nomor yang berbeda?. Aneh bukan!.

  1. Isi Pulsa

Siapkan pulsa Anda sebelum hari H. Hindari pembelian pulsa elektrik saat hari H, karena selain kemungkinan besar pulsa terlambat masuk karena peak hour, harganya pun bisa melambung. Bila perlu sediakan voucher fisik yang telah Anda beli jauh hari, sehingga saat pulsa telah habis Anda tinggal mengeluarkan 'amunisi' Anda. (yang ini hasilpengalaman tahun lalu :D)

  1. Kirim E-card

Manfaatkan fasilitas e-mail untuk membahasakan ucapan lebaran dan permintaan maaf Anda. Tak ada salahnya Anda kirimkan e-card (kartu elektronik) melalui situs penyedia secara cuma-cuma, beberapa di antaranya dapat Anda nikmati di www.kapanlagi.com .

  1. Kirim Kartu Lebaran via Pos

Haree genee masih pake pos? Kalo bisa jangan pake pos deh...hari gini gitu loh, selain sudah kalah pamor alias ketinggalan jaman, bukan tidak mungkin bakalan dicap oleh rekan Anda sebagai orang gaptek.

Tapi jangan salah, cara di atas sangat tepat dilakukan bila ingin mengirimkan kartu lebaran kepada teman atau sanak saudara yang tempat tinggalnya belum terjamah teknologi. Atau bagi seorang perantau yang ingin menunjukkan rasa hormat yang lebih kepada orang tua di kampung halaman. Tak sedikit pula perusahaan yang memakai cara ini yang ditujukan kepada perusahaan rekanannya.

Nah, sedikit corat-coret semoga bermanfaat.

Hal yang pernah saya alami tidak hanya sekali gara-gara sebuah operator Content Provider nakal yang nomor aksesnya saya lupa (empat dijit).

Berawal dari sebuah SMS dari nomor CP tersebut dan isi SMSnya gak bisa terbaca layaknya sebuah pesan karena berbentuk kombinasi angka dan huruf yang tertulis secara acak. Karena curiga dengan isi pesan merupakan virus dan sejenisnya, saya cek saldo pulsa, dan………. lha dhalah pulsaku serta-merta ilang 5ribu. Tak berhenti sampai di situ beberapa hari kemudian terjadi hal yang serupa.


Sempat menyampaikan keluhan di Minggu Pagi (sebuah Koran mingguan lokal di Yogyakarta) melalui rubrik interaksi dan di luar dugaan banyak SMS masuk dari pembaca lain yang pernah mengalami hal yang serupa dan beberapa menyarankan untuk complain. Berdasarkan hal itu saya mengajukan komplain ke operator seluler selaku pihak ketiga penyedia akses dari dan ke nomor CP.

Dijelaskan bahwa CP yang bersangkutan adalah CP yang menyediakan jasa download ringtone dan wallpaper yang banyak diiklankan di majalah dan tabloid. CP tersebut mendapatkan nomor ‘korban’ secara random. Entah bagaimana system detailnya, yang jelas hal ini sangat merugikan pengguna operator seluler yang sama sekali tidak pernah merasa mengakses nomor CP tersebut. Bagi netter bila mengalami hal yang serupa, segera klaim ke operator seluler yang bersangkutan dan mengajukan permohonan pemblokiran nomor kita untuk akses dari dan ke nomor CP tersebut..



Previous PostOlder Posts Home