Jape Methe

Apurie's Blog
Showing posts with label My Stories. Show all posts
Showing posts with label My Stories. Show all posts
Bagi sebagian traveler (sebagian kecil atau sebagian besar) setuju jika proses lebih menarik daripada hasil, cerita selama menempuh perjalanan biasanya lebih berkesan.

April 2015 April 2014, untuk kesekian kalinya saya berkesempatan menginjakkan kaki di negeri jiran Singapura. Pengalaman pertama kurang berkesan karena cuma numpang lewat, pengalaman kedua cukup menjadi merasa bodoh dengan cerita bodohnya dan untuk ketiga kalinya menciptakan cerita yang lebih seru. Menggelandang! 

Trainveling

Ganjil
Magnificent
Setiap orang memiliki angka favorit dan jika ditanya mengapa saya suka angka 7 tak banyak jawaban yg bisa diberikan. Terkadang suka itu tak perlu alasan. Absurd.

Tujuh
2007, saya mengenal dunia blog berawal dari curhat colongan dan berlanjut sebagai tempat berbagi. Terlalu banyak hal yang bisa dibagi dalam sebuah tulisan yang mungkin bermanfaat bagi orang lain. Hidup terlalu singkat untuk dijalani tanpa berbagi.

7

Lebih dari satu dekade lalu, spontanitas dari beberapa teman membawa kami menuju negeri jiran Singapura untuk sekadar cuci mata dan sebagai pelarian dari rutinitas selama sepekan.

"Besok Minggu ke Singapura yuk!"
"Ayuk, ajakin yang lain juga biar rame jalan-jalannya"

Singkat cerita, bermodalkan nekat tanpa persiapan yang matang kami bertolak dari pelabuhan penyebrangan Sekupang, Batam dengan menebus tiket penyebrangan Pinguin seharga SGD 35 (?) pergi-pulang.


Batam ke Singapura

Di tenda pendaftaran dalam sebuah acara,
"Maaf mas, yang ini formulir untuk media"
"Untuk yang umum di meja sebelah"
"Oh iya kah? Saya dari media juga mbak"
"Dari media mana mas?"
"Media sosial, mbak"
"$^@?&¥%+÷>}□$"

Setelah sekian lama setia dengan sistem operasi Windows XP selama lebih dari 5 tahun, untuk yang pertama kalinya saya memasang sistem operasi Windows 7 di laptop jadul Acer 4935.

windows-71

Kalaupun tampilan resolusi layar OS XP masih konsisten di resolusi 1366 x 768 mungkin saya tetap memakai OS XP SP3, namun kendalanya adalah tampilan layar yang sering berubah menjadi ukuran 1024 x 768 yang dirasa kurang nyaman dengan monitor wide screen 14''.

Berbekal modal nekat, singkat cerita kini OS Windows 7 sudah tertanam di Acer 4935 dengan spesifikasi yang pas-pasan dengan prosesor Core 2 Duo 32 bit 2.2 Hz RAM 1GB HDD 250GB. Tentu saja, untuk pengoperasiannya menyesuaikan kemampuan sesuai spesifikasi, nggak mampu untuk multitasking apalagi gaming.
Kapan ke Windows 8? Wah bisa empot-empotan tuh...

Jogja, Sabtu 27 Mei 2006

05.00 WIB
Seperti biasa aktivitas di pagi hari berangkat ke pasar yang berjarak kurang dari 2 kilometer. 

05.30 WIBTak berselang lama aku sudah berada di depan televisi sambil menyantap menu sarapan nasi Gudeg. Berita pagi dan tayangan highlight sepakbola menjadi sajian berikutnya. Bantal menjadi penyangga kepala saat merebahkan diri. 

05.55 WIBSuara bergemuruh datang tiba-tiba dari arah dapur. Tak butuh waktu lama untuk mengenali suara itu, dengan cepat kuberanjak dari posisiku menuju ke luar rumah.
''Gempa...gempa..,'' kuberteriak sambil berlari menuju ruang terbuka.


 

Sebuah kalimat bahasa Jawa yang mengandung arti untuk tidak meremehkan hal-hal yang kecil (sepele) yang dapat merepotkan di kemudian hari, membuat urusan jadi panjang. Hal sepele bisa berbentuk barang atau berupa perilaku iseng.

Sebuah pulpen bisa ditebus dengan uang Rp1.500, besaran uang yang lebih kecil dari biaya parkir sepeda motor atau bahkan mobil. Namun, akan menjadi merepotkan ketika berada di kantor Samsat dan mengisi formulir saat itu juga tidak tersedia pulpen atau tidak membawa pulpen sendiri yang seharga Rp1.500 tadi.

Apa susahnya menekan tombol Ctrl+S di keyboard komputer? Tiba-tiba program hang tidak merespon atau mati listrik sehingga kehilangan perubahan data.

Yang tadinya bercanda dengan teman, malah marah karena tersinggung.

Itu hanyalah sebagian kecil contoh sederhana perihal Sepele Dadi Gawe. Punya pengalaman?

Samarinda? Kalimantan? Seperti apa?
Masih mayoritas hutan atau sudah berkembang menjadi kota?
Punya bandaranya di mana?
Itulah beberapa daftar pertanyaan yang mewakili rasa penasaran tentang Kalimantan saat memutuskan untuk merantau ke Samarinda beberapa tahun lalu.


Cerita tentang kota Samarinda dari sudut pandang Aku sejak menginjakkan kaki di Bumi Etam hingga hidup di dalamnya terangkum singkat dalam sebuah cerita berjudul Samarinda Itu...

Dalam pembelian sebuah barang/produk, layanan atau fasilitas purna jual memang perlu dipertimbangkan. Hal yang lumrah yaitu mengenai garansi produk. Namun kali ini bukan mengenai garansi produk.
gambar dari Canon-asia.com

Pagi tadi saya berencana mengirim sejumlah uang melalui ATM BRI, dan sebelum berangkat sebuah pesan masuk di telepon genggam : “Uangnya dikirim ke sini saja, Bank BRI No rek.bla..bla..bla..”

SMS

Hmmm…sebuah kebetulan bukan? Ketika saya berencana transfer uang ada SMS yang mencoba membelokkan tujuan transfer saya. Bila kurang waspada SMS tersebut bisa saja dianggap SMS dari penerima transfer saya.

Penipuan? Sepertinya kurang tepat karena oknum-oknum tersebut hanya memanfaatkan ketidakwaspadaan kita. Bila mengalami hal serupa ada baiknya bersikap tenang dan waspada serta bila perlu lakukan konfirmasi kepada pemilik rekening tujuan transfer kita.

Waspadalah!


Seyogianya keberadaan label dapat menyediakan informasi singkat tertentu mengenai barang yang diberi label. Di area tempat perbelanjaan seperti minimarket atau supermarket keberadaan label harga merupakan hal mutlak sebagai informasi harga barang kepada calon pembeli.

price tagNamun bagaimana bila barang-barang yang dipajang tidak terdapat label harganya? Sebagai konsumen dan calon pembeli tentu saja kebingungan. Entah bentuk kesengajaan atau kelalaian, beberapa tempat perbelanjaan di Samarinda yang saya kunjungi beberapa kali tak memajang label harga untuk beberapa barang.




Kali ini bukan pertama kalinya terbang dengan menggunakan maskapai plat merah Garuda Indonesia. Seingat saya pertama kalinya sekitar tahun 2002 dengan rute JOG-BTH. Namun baru kali ini bisa menikmati penerbangan dengan  Boeing 737-500 Garuda Indonesia GA664.
Berbeda dengan seri B737-900ER Lion Air atau A320 yang lebih sering saya gunakan, seri B737-500 Garuda Indonesia terasa lebih nyaman dari segi ukuran seat pitch-nya yang saya perkirakan menyisakan ruang lutut sekitar 25 cm. 

GIA
Penampakan Boeing 737-800NG Garuda Indonesia


Sebuah pepatah berbunyi, Sebuah garis bermula dari sebuah titik, yang kemudian bisa dianalogikan sebagai sebuah garis kehidupan bermula dari titik-titik hitam besar di dalam sebuah kertas ujian.

Ujian, pasti pelajar/mahasiswa pernah mengalaminya dalam sebuah tes tertulis mulai dari tingkat SD, SMP, SMU hingga universitas dan bahkan test CPNS atau sejenisnya.

Tantangan yang harus ditaklukkan oleh setiap peserta ujian tidak hanya menjawab soal dengan benar namun masih ada tantangan mengisi lingkaran-lingkaran jawaban hingga hitam penuh merata dengan karbon pensil 2B. Butuh ketelitian dan kesabaran untuk mengisi lingkaran-lingkaran itu.

ujian

Punya pengalaman tentang membuat bulatan hitam?

 

Sajadah merupakan alas yang biasa digunakan untuk shalat baik di rumah, mushola maupun masjid. Sebagian besar masjid menggunakan karpet sebagai alas untuk shalat, dan tak jarang ditemukan karpet panjang yang bermotifkan sajadah layaknya sajadah yang disambung membentang (baca : sajadah panjang).

sa·ja·dah n alas yg digunakan untuk salat, berupa karpet dsb berukuran kecil, kurang lebih 80 x 120 cm

Sajadah Panjang

Bentangan sajadah panjang ini cukup praktis dan dekoratif. Namun dibalik kelebihannya itu tersimpan ‘celah keamanan’ bagi iblis untuk mengganggu kesempurnaan shaf.

Bagaimana bisa? kita lihat saja, karpet bermotifkan sajadah ini memberikan default template dengan ukuran tetap bagi jamaah untuk menempati shaf dalam barisan. Bukan tidak mungkin bagi sebagian orang merasa area pribadinya berada di dalam kotak template sajadah ini.

Kerapatan shaf dalam hal untuk kesempurnaan shaf mulai berkurang, jarak antara makmum menjadi renggang. Kalaupun kita mengabaikan kotak-kotak sajadah panjang ini dan berusaha merapat ke makmum kanan atau kiri, belum tentu makmum lain melakukan hal yang serupa.

Bisa diamati saat rakaat pertama jarak antara makmum sedikit merenggang, namun jarak antara makmum menjadi lebar tatkala memasuki rakaat kedua. Dan parahnya sang makmum tidak sudi untuk bergeser untuk menyempurnakan safnya.

Memang gerakan-gerakan di luar tuntunan shalat bisa mengakibatkan batalnya shalat, namun pengecualian untuk tujuan penyempurnaan shaf. Jangankan cuma bergeser saat shalat berlangsung, bahkan maju selangkah berpindah baris pun diperbolehkan sepanjang dalam rangkan untuk menyempurnakan saf yang kosong.

Hal yang sama terjadi ketika ukuran sajadah yang digunakan melebihi lebar badan makmum. Akibatnya antara makmum bisa terdapat rasa canggung, tidak enak ketika menempelkan sajadahnya di atas sajadah sebelahnya atau sekedar merapat ke sajadahnya.

Bagaimana solusinya untuk menciptakan kesempurnaan shaf? Hal yang mendasar adalah kesadaran dan perilaku makmum untuk merapatkan saf dan berani mengingatkan makmum lain untuk sekedar berkata “Pak, geser sedikit!”
Kalaupun memakai sajadah panjang hendaknya musala memakai karpet polos bermotifkan garis horisontal sebagai penanda baris saf.

Dalam rangka ulang tahun blogdetik kemaren diadakan lomba blog regional. Untuk wilayah Samarinda melalui dtepian.blogdetik.com mengadakan lomba blog bertemakan ‘Ekspresikan Samarinda dengan Kata’ yang telah berakhir beberapa waktu lalu.

Sehubungan dengan pengumuman lomba blog tersebut sebuah kejutan ketika salah satu artikel saya mendapat kehormatan ada di posisi 3 di daftar pemenang. Meskipun panitia menyebut pemenang dengan kalimat 'Sang Juara' namun saya menganggapnya hanya beruntung saja. Bukan juara.

Artikel 'Air Terjun Tanah Merah yang Tak Terawat' sebenarnya merupakan artikel jalan-jalan seperti tulisan-tulisan tentang travelling lainnya. Yah, kebetulan saja waktu itu temanya adalah tempat wisata di Samarinda yg belum pernah ada di blog ini.

Semoga saja bermanfaat dan terima kasih untuk cipratannya

07_Des

this is my december
this is my time of the year
this is my december
this is all so clear

and i give it all away
just to have somewhere to go to
give it all away
to have someone to come home to

(My December – Linkin Park)

This is my December when she came in our life. Cute baby. This is my December when we celebrate our wedd-versary. Happy December

Previous PostOlder Posts Home