13 May 2008

Wisata Horor di Lawang Sewu (1)

Gambarkan Lawang Sewu dalam 3 kata!
Hantu, angker dan mistis.
Itulah yang terlintas pertama kali saat berada di halaman gedung yang konon katanya menjadi gudangnya lelembut.
3rd May, 10pm
Hujan sejak 1 jam yang lalu berangsur mulai reda membawaku ingin menikmati malam panjang mengelilingi kota Semarang. Maksud semula hanya ingin ke ATM untuk menarik uang berubah saat saudara mengajakku melihat dari luar wajah gedung tua itu.
Salah satu sudut Lawang Sewu
Tawaran untuk mengikuti wisata malam di gedung bekas penjajah itu sempat kutolak. Namun karena penasaran ajakan itu akhirnya kuiyakan. Dengan selembar uang lima ribuan kudapat memasuki gedung tua itu ditemani seorang pemandu yang belakangan mengaku punya nama panggilan Jalangkung!
Bersama rombongan anak muda dari Purworejo sebanyak 13 orang kami memulai uji nyali ini. Total grup kami berjumlah 16 termasuk pemandunya.
"Mas, itung dulu ntar ada yang nambah" gurauku.
Diawali doa bersama kami menaiki anak tangga yang cukup lebar yang pernah menjadi lokasi syuting film layar lebar Ayat Ayat Cinta.
Memandang ke atas dari anak tangga pertama mengingatkanku pada acara Dunia Lain yang sempat memunculkan sosok lelembut di tempat yang sama.
Ruangan demi ruangan kami masuki disertai dengan penjelasan mas Jalangkung.
‘Ah, sial sedari tadi aku berada di barisan paling belakang’ batinku.
Sengaja mata ini menyapu kondisi ruangan sekitar yang gelap gulita. Sayang kamera digital tertinggal di rumah, jika tidak mungkin saya akan beruntung menangkap objek ‘halus’ dalam lensa.
Sinar lampu dari layar hape hanya mampu menerangi tak lebih dari radius 1 meter. Di beberapa ruangan tampak tumpukan sampah yang tak diperhatikan. Untungnya, saya mengunjungi lokasi tersebut saat malam hari. Bila tidak, kenyaman akan sangat terganggu dengan sampah-sampah yang menghiasi di beberapa ruangan.
Tak terasa kami berada di lantai paling atas. Di balkon antara tower penyimpanan air berada, saya dapat melihat pemandangan salah satu sudut kota Tugu Muda Semarang.
Masih di lantai 3, mas Jalangkung memperlihatkan salah satu bagian rangka baja yang -katanya- sobek terkena peluru meriam pada jaman perang dahulu. Sambil menunggu para ABG yang sedang foto berlatar belakang kota Semarang, saya sempatkan ngobrol sejenak dengan mas Jalangkung.
"Pengunjung yang ke sini ada yang kesurupan gak mas?" tanyaku
"Wah, banyak mas. Tiap bulan itu pasti ada 1 orang mas yang kesurupan" jawabnya.
"Wah ini ni...!" seruku
"Tapi tenang mas asal konsentrasi, pikiran gak ke mana-mana sih masih aman" lanjutnya mencoba menenangkanku.
Ada gak mas tempat tertentu yang aroma mistisnya tinggi?” tanyaku
“Oh, ada mas. Nanti kita ke sana. Kalau mau nanti mas bisa uji nyali” jelasnya dengan gaya bicara yang kalem.
Setelah melanjutkan perjalanan, kami pun tiba di ruangan yang dimaksud.
“Di sini tempat yang saya maksud tadi” kata mas jalangkung.
“Silakan kalau mau mencoba uji nyali ada di ujung ruangan itu” ujarnya sambil menunjuk ke tempat yang dimaksud.
“Jalan sampai ujung 2 orang, nanti akan merasakan suasana yang berbeda di sana. Jangan lama-lama langsung kembali lagi” lanjut mas Jalangkung.
Sesaat 2 orang dalam rombongan ABG tadi berjalan menuju ujung ruangan.
“Santai aja ya mas, ingat Tuhan” pesan mas Jalangkung kepada 2 orang ABG itu.
Sambil menunggu peserta tadi sampai di ujung ruangan, mas Jalangkung coba membuka obrolan dengan beberapa ABG yang lainnya.
Keheningan menyelimuti ruangan itu. Sepertinya mereka sudah sampai di ujung ruangan.
Satu menit, dua menit berlalu tanpa ada suara. Mas Jalangkung memanggil kedua ‘peserta’ tadi berkali-kali.
“Mas, kalau sudah kembali mas!!” ujar mas Jalangkung
“Mas, kalau sudah kembali. Ingat tuhan mas…ingat Tuhan!” lanjutnya
Karena lama tak terlihat ada pergerakan di ujung sana, mas Jalangkung berinisiatif menghampiri kedua orang tadi ke ujung ruangan.
Sesuatu telah terjadi!, pikirku.
13
(maaf ceritanya dipotong yang punya blog lagi kehabisan bensin mood :D :P)

13 comments:

  1. wah kemaren mo sempet blog ini gara2 temenku cerita wisatanya dia..hehe

    ReplyDelete
  2. @nengDJ:
    ???????????
    wah mungkin maksudx ngepost kali mba..

    ReplyDelete
  3. Untung aku pas baca nya pagi..kalo malem bisa baca dua tiga kalimat udah kabur duluan :D

    ReplyDelete
  4. Ngomong2 kesambet pa gak? Sama saudara pasti gak akan saling ganggu.
    *lari..........*

    ReplyDelete
  5. @tony:
    masa sih atut?gak sesuai dengan body dunk!!he..*lariiiiii*

    @poo:
    klo q gak kesambet poo soale, jape methe koq.he....
    (kalo gak ngerti arti jape methe, cari di kamus :D)

    ReplyDelete
  6. aduhaduhaduh... aku paling takut ama yg kayak2 gini, ogah ah.. gak mo nyoba2..

    ReplyDelete
  7. hmm. jadi pengen (banged) mampir kesana, mas! :)

    ReplyDelete
  8. Pemandunya aja namanya sudah ngeri, jadi inget film2 horor !

    ReplyDelete
  9. @nina:
    namanya juga uji nyali mba..hayo berani ngga?

    @ayu:
    nah ini ni cew berani, pi kalo dah di dlm jgn teriak2 ya ntar lelembutx malah kaget.he..

    @ani:
    mungkin udah disetel mba..kalo dia nyambi jadi pemandu kebon binatang mungkin namanya jadi Jangkrik!he..he...

    ReplyDelete
  10. ituh mas, yg jadi tour guidenya ditanya dulu identitasnya.. kali aja jelangkung beneran...????xsz pgn deh maen ksana...
    tapi mana sambungannya???

    ReplyDelete
  11. halah abis bensin ...
    padahal belum pol seremnya :(
    buruan beli ! sebelum naek :D

    ReplyDelete
  12. @.ngga.: namax jg Jalangkung mba, mana ada punya ID card..kalo orang udah mati memang punya yang namanya Qarin, pi kalo KTP dah mati ya dibuang.he...

    sambungannya ntar deh beli bensin dulu..

    @setan merah:
    siap dilaksanakan pak...
    loh sampeyan koq lari ke sini..sana kembali ke rumahmu di Lawang Sewu.he...

    ReplyDelete
  13. lelembut setan merah selalu ngikutin aprie, gak akan balik, kecuali udah jadi Lawang Milyar :D

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..