27 April 2013

Jualan Premium dengan Batik

Tulisan ini bukan mengenai isu kenaikan harga BBM pada bulan Mei mendatang. Premium di sini merupakan kelas layanan yang ditawarkan oleh maskapai penerbangan baru Batik Air.

737-900ER

Batik Air di bawah bendera Lion Group membuka layanan penerbangan kelas premium untuk konsumen kelas menengah ke atas mulai 3 Mei mendatang dengan rute perdana Jakarta – Manado. Armada yang digunakan tak jauh beda dengan Lion Air yakni Boeing 737-900ER. Batik Air akan meramaikan bisnis penerbangan yang membidik segmen menengah dengan layanan full service seperti yang dilakukan Garuda Indonesia.

24 April 2013

Manchester Is Red

Perseteruan rival sekota Manchester antara Mancester United dan Manchester City untuk sementara terhenti menyusul 3 poin yang didapat Manchester Merah saat menjamu Aston Villa. Raihan 3 poin ini sekaligus mengunci gelar ke-20 bagi Machester United di musim 2012/2013.

Manchester Biru yang musim lalu tampil sebagai juara Premiere League harus gigit jari dan mengakui keunggulan Manchester Merah walau pertandingan masih tersisa 5 laga.

Manchester Merah seolah mengirimkan sinyal pesan kepada Mancehster Biru bahwa Manchester Is Red.

ManU

21 April 2013

Kartini Terlambat Ujian

21 April, harinya untuk kaum perempuan  mengingat perjuangan Kartini demi hak-hak kaum perempuan. Perempuan yang dulunya hanya ‘berhak’ di dapur kini sudah mendapatkan hak yang sama perihal pendidikan.

Namun, perjuangan Kartini dalam dunia pendidikan zaman sekarang mengalami karut marut gara-gara ‘kegagalan’ penyelenggaraan Ujian Nasional yang bisa diindikasi dari keterlambatan distribusi soal ke sebelas provinsi di Indonesia, terutama Indonesia tengah dan timur. Akibatnya, di saat yang lain sudah bernapas lega beberapa peserta ujian masih berjuang. Untuk sementara Kartini libur update status.

Semoga tidak memengaruhi semangat perjuangan Kartini lewat pensil 2B.
#KartiniDay #Ganbatte

2B

15 April 2013

Delayed

Istilah delayed biasa ditemukan dalam jasa transportasi udara yang berarti terlambat atau tertunda. Menunggu terkadang menjadi aktivitas yang membosankan.

Sudah 2 jam menunggu untuk boarding dan tiba-tiba kru dari maskapai membagikan kotak yang berisi menu makan siang. Wah! Tumben, padahal kan ini maskapai penerbangan berbiaya rendah. Tanda-tanda delay dan ‘disogok’ dengan menu makan siang biar enggak marah-marah.

Delayed

Penyebab delay memang beragam, karena faktor cuaca, kekurangan armada dan kru hingga penutupan bandara tujuan yang disebabkan oleh kendala teknis, force majeur berupa banjir atau pengaruh letusan gunung berapi, atau karena kecelakaan di bandara tujuan seperti yang terjadi di bandara Ngurah Rai, Denpasar beberapa hari lalu karena kecelakaan pesawat Lion Air.

Delayed tak haya terjadi di dunia penerbangan, di dunia pendidikan pun mengalami delay. Kegiatan Ujian Nasional tingkat SMU/sederajat yang sedianya dimulai hari ini, di beberapa daerah di Indonesia-terutama di Kalimantan Timur-mengalami keterlambatan karena distribusi soal belum sepenuhnya selesai. Konon kabarnya masalah distribusi soal ini disebabkan karena keterlambatan penyelesaian pencetakan soal ujian di percetakan yang ditunjuk.

Nah, kalau sudah begini semoga tidak membuka peluang kebocoran soal ujian dan semoga tidak memengaruhi semangat belajarnya. Yang jadwal UN diundur, semangatnya jangan kendur ya…!!

11 April 2013

Belajar dari “Scam City”

Sudah nonton video dari jurnalis Belanda Van der Spek tentang suap-menyuap dan praktik penipuan di penukaran uang? Hmmm..menarik ketika ada penikmat wisata Bali merekam kejadian tersebut dan dipublikasikan ke dunia maya dan membuka mata tentang praktik kecurangan seperti itu.

Apa yang dilakukan oleh Van der Spek mengingatkanku dengan tayangan Scam City yang pernah tayang di National Geographic yang dipandu oleh Connor Woodman.

Scam City

Sesuai dengan judul acaranya, tayangan ini mengungkap praktik-praktik penipuan di beberapa kota besar di dunia dengan target turis/wisatawan manca negara. Cara peliputan mereka dengan mendatangi sumber penipuan dan sengaja merelakan diri untuk menjadi korban. Selain mewancarai pelaku, mereka juga ‘bekerja sama’ dengan pelaku untuk melakukan hal yang sama mencari target turis untuk direkam. tentu saja setelah melakukan aksinya, barang atau uang korban dikembalikan kembali kepada korban.

Connor
"I’ve been scammed, so you don’t have to”

Di Bangkok, Thailand, Scam City mengungkap praktik kong-kalikong pemandu wisata di Wat Phra Kaew dengan pemilik toko batu permata. Jika berkunjung ke Buenos Aires, Argentina wisatawan/turis harus waspada dengan copet dan peredaran uang palsu melalui supir taksi.

Masih banyak kota-kota lainnya yang menarik untuk disimak, yakni Argentina, Republik Ceko. Brasil, Spanyol, Italia, India, Turki, Thailand, Amerika Serikat dan Maroko.

Satu kalimat khas dari Connor, "I’ve been scammed, so you don’t have to”

Kembali ke video Van der Spek di Bali, apakah nantinya National Geographic mencoba mengulas praktik kecurangan yang serupa di Bali? kita tunggu saja.

07 April 2013

Samarinda (Harus) Bisa!

“Selamat datang di bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan. Waktu menunjukkan pukul 14.30 Waktu Indonesia Tengah. Ada perbedaan waktu satu jam lebih cepat dari Yogyakarta.”
 
Pengumuman dari pramugari saat mendarat di bandara Sepinggan, Balikpapan mengawali kisahku di Bumi Etam beberapa tahun yang lalu. Kisah yang bertemakan From AB to KT yang dirangkum dalam sebuah artikel berjudul Samarinda Itu... dalam buku Samarinda Bekesah #01 beberapa waktu yang lalu.

Bandara Internasional Sepinggan, Balikpapan akan menyambut kehadiranmu ketika akan memasuki kota-kota di provinsi Kalimantan Timur. Beberapa penerbangan dari Indonesia bagian barat menuju Indonesia bagian tengah seperti Berau, Tarakan atau Makassar akan mendarat di bandara ini untuk sekadar transit.
 
"Pesawat ke Samarinda berapa jam dari Jogja?"
"Kurang lebih satu jam setengah, tapi turun di Balikpapan dulu."
"Loh, kenapa?"
"Bandaranya kan di Balikpapan, ke Samarinda perjalanan darat sekitar tiga jam."
"Tiga jam? Wah, lumayan juga! Setara Jogja – Semarang ya.. Memangnya Samarinda enggak punya bandara sendiri?"
"Ada sih, tapi..."
Dan kemudian hening.

05 April 2013

Sepele Dadi Gawe

 

Sebuah kalimat bahasa Jawa yang mengandung arti untuk tidak meremehkan hal-hal yang kecil (sepele) yang dapat merepotkan di kemudian hari, membuat urusan jadi panjang. Hal sepele bisa berbentuk barang atau berupa perilaku iseng.

Sebuah pulpen bisa ditebus dengan uang Rp1.500, besaran uang yang lebih kecil dari biaya parkir sepeda motor atau bahkan mobil. Namun, akan menjadi merepotkan ketika berada di kantor Samsat dan mengisi formulir saat itu juga tidak tersedia pulpen atau tidak membawa pulpen sendiri yang seharga Rp1.500 tadi.

Apa susahnya menekan tombol Ctrl+S di keyboard komputer? Tiba-tiba program hang tidak merespon atau mati listrik sehingga kehilangan perubahan data.

Yang tadinya bercanda dengan teman, malah marah karena tersinggung.

Itu hanyalah sebagian kecil contoh sederhana perihal Sepele Dadi Gawe. Punya pengalaman?