28 June 2010

Melompat Lebih Tinggi

 

Beginilah ekspresi wong ndeso waktu difoto. Saya sudah lupa kapan terakhir bermain di tepi pantai..mmm..mungkin sekitar tahun 2008. Bagi yang kemaren menyimak cerita di posting sebelumnya tentu bisa menebak lokasi foto ini. Ya..di PANTAI…wakakaka….*maksa*

Melompat Lebih Tinggi

Sejatinya foto ini masih bisa dieksplorasi dengan olah digital, apalagi dibikin efek HDR. Namun berhubung yang punya hajat mengharamkan teknik olah digital jadilah foto aseli alias mentah-mentah di-upload ke sini.

Foto ini sengaja dipajang dalam rangka ikutan meramaikan 1st Anniversary BlogCamp-nya pakdhe Cholik lewat kontes The Amazing Picture.

(thanks to Yogi buat hasil jepretannya)

24 June 2010

Lion Air Terbangi Rute Balikpapan-Jogja


Maskapai penerbangan nasional Lion Air tak mau kalah dengan pesaingnya untuk mencicipi rute potensial Balikpapan (BPN) - Yogyakarta (JOG). Rute baru Lion Air  BPN-JOG, PP telah dibuka sejak 20 Juni 2010 lalu dengan mengandalkan pesawat terbarunya seri BOEING 737-900ER.

Lion Air

Rute baru Lion Air ini dijadwalkan terbang 1x sehari pukul 18.50 WITA dari bandara Sepinggan, Balikpapan dan pukul 07.50 WIB dari bandara Adisucipto, Yogyakarta. 

21 June 2010

T.I.G.A

testing tes..tes..ngetes my first posting...

Itulah kalimat pertama di postingan pertama 3 tahun lalu tepatnya Juni 2007. Tak terasa sudah banyak cerita yang mengiringi selama 3 tahun ini. Terlalu banyak bila dirangkum dalam satu halaman

Banyak cerita yang telah tertuang di sini yang tak mungkin tertulis di buku harian biasa mulai dari curhat colongan hingga berbagi pengalaman. Banyak pengalaman dan silaturahmi yang tercipta.

Semoga tetap bisa eksis dan keep in touch, semoga bisa membawa manfaat bagi blogger lainnya.

(postingan tiga paragraf)

16 June 2010

Masih Ada yang Halal


Bagi yang berencana jalan-jalan ke Thailand untuk yang pertama kali sebaiknya tidak melupakan untuk memperhatikan kuliner masakan setempat. Bukan soal enak atau tidaknya, namun soal kehalalan masakan setempat. Tentu hal ini berlaku bagi umat muslim.

Bukan hal yang mudah meyakinkan diri bahwa makanan yang dihidangkan benar-benar halal. Tidak hanya daging babi yang diperhatikan, kandungan minyak atau hal lainnya yang berhubungan dengan babi menjadi pertimbangan.

Lirikan Wanita

Pertama kali menyantap hidangan ala Bangkok terpaksa hanya nasi putih dan beberapa makanan kering lainnya karena keraguan masakan setempat. Bila memungkinkan makanan cepat saji bisa menjadi pilihan bijak. Namun sayang, sekali saya mencoba memesan menu ayam McDonald tidak tersedia paket nasi putih seperti yang ada di Indonesia umumnya. 

Muslim Food in Bangkok

Di tengah keraguan akan makanan setempat, alhamdulillah saya menemukan restoran masakan halal ala Arab, India dan Pakistan. Restoran halal yang saya maksud terletak di Pradipat Road depan Pradipat Hotel, tidak jauh dari hotel saya menginap. Bagi yang mencari restoran halal di Bangkok, Thailand mungkin tempat ini bisa menjadi referensi.

12 June 2010

Lost In Bangkok

(seperti) tersesat…
Sendiri…
Facebook status : #Lost in Bangkok.. thanks to 7-eleven
Cerita ini terinspirasi saat saya berada di jalanan kota Bangkok tepatnya di Pradipat Road sekitar pukul 02.00 dini hari waktu setempat.

Cerita bermula saat rekan sekamar mengalami sakit perut yang berujung diare efek dari makanan lokal dan Japanese malam sebelumnya. Segelas oralit tak mampu membendung ‘bocor’ itu.  Dengan kondisi masih ngantuk (baru tidur jam 00.30 selesai packing dan rencana berangkat ke bandara pukul 04.00) saya menelusuri Pradipat Road unruk mencari obat diare. Berbekal buku percakapan bahasa Thailand saya menemukan kata Thong Sia untuk menyebut Diare.

Setidaknya 3-4 toko 7-eleven saya masuki termasuk toko kelontong, namun tak ada obat diare yang saya maksud. Walaupun di toko terakhir saya tidak menemukan obat diare yang dimaksud, namun pelayan wanita yang sedang bertugas dengan baik hati memberikan obat yang saya maksud dari persediaan pribadinya. Dia bilang “it’s free”. Minuman coklat hangat seharga Baht 20 kunikmati sembari melepas ketegangan dan berjalan menuju hotel. 

lost in bangkok

08 June 2010

Bangkok Itu…

welcome to ThailandSvarnabhumi international Airport.

Jalanan protokol bersih nyaman buat jalan kaki.

Banyak dijumpai 7-eleven dalam rentang jarak yang tak terlalu jauh, bahkan berseberangan.

Transportasi tradisional bernama Tuk Tuk, seperti bajaj berknalpot dengan suara seperti knalpot taxi sedan *halus n garang*. 

Punya jam sibuk antara pukul 4-5 sore. Antre panjang di lampu merah, sekali kena lampu merah bisa 10 menit lebih.

Motor bebek kebanyakan memasang ke ranjang belanjaan di bagian depan motor. Tak ada plat nopol di depan, hanya ada di belakang. Motor Supra, Revo, Vario, Spin atau Mio hanya berganti nama sesuai nama lokal, body sama dengan versi Indonesia.

Matic retro Scoopy sudah keluar lebih dulu di Thailand.

(laporan pandangan mata dari Pradipat Road, Siam Paragon dan MBK Center)

01 June 2010

Goes to Bangkok

Sawadi Khrap
Alhamdulillah keberuntungan itu datang lagi. Ini adalah pengalaman ketiga setelah negeri Singa dan negeri Matahari Terbit. Sebenarnya (pernah) memimpikan untuk menuntaskan penasaran dengan bullet train Shinkansen dan 2nd floor Tokyo Tower Observatory, tapi dapetnya di Bangkok. Ya suteralah.Thai girl
Rencana perjalanan ke Bangkok sempat terganggu akibat dari kondisi politik Thailand yang memanas sehingga KBRI mengeluarkan travel advisory untuk WNI yang akan melakukan perjalanan ke Thailand.
Cerita selanjutnya akan saya coba hadirkan di edisi mendatang. Untuk saat ini silakan simak cerita lalu tentang tips belanja murah di Malioboro dan liburan di Manado.
(ini adalah postingan terjadwal, gambar dari www.three.co.id)