28 February 2011

Kuala Lumpur tu...

1. Punya 2 bandara internasional, KLIA (Kuala Lumpur International Airport) dan LCCT (Low Cost Carrier Terminal). KLIA untuk pesawat full board airlines seperti Malaysia Airlines, Garuda Indonesia, KLM dan sejenisnya sedangkan bandara LCCT khusus digunakan untuk budget airlines seperti AirAsia.
2. Bila mendarat di LCCT, hamparan luas perkebunan kelapa sawit siap menyambut saat tiba di Kuala Lumpur
3. Mengambil gambar di sekitar terminal tidak diperbolehkan, tanda larangan sudah terlihat di sisi kanan runway. Sebelum penumpang turun dari pesawat, pilot juga mengumumkan larangan ini. Tapi curi-curi sedikit bisa lah...
4. Perbedaan waktu 1 jam dari Jakarta (GMT +0800). Jam 8 malam di KL berasa jam habis maghrib di Indonesia, jam 7 pagi di KL berasa jam 5 subuh. Masih gelap gulita.
5. Urusan transportasi jauh lebih baik dari Jakarta. Motor tak terlalu banyak berlalu lalang-seperti di Jakarta-dikarenakan mereka lebih memilih menggunakan transportasi massal. 
6. Menurut saya lebih baik berkomunikasi dengan bahasa Inggris daripada sama-sama 'loading' telat mikir bila menggunakan bahasa Indonesia. Kecuali bila memang sudah paham dan terbiasa dengan bahasa Melayu. 
7. Banyak penduduk keturunan-berwajah-India di sini. Mulai dari security, petugas bandara, petugas hotel, pedagang, sopir taksi dan yang lainnya. 


Dunia memang sempit, jauh-jauh ke sini ketemu juga turis asal Jogja, tetangga kampung lagi. Jape Methe, dab!!!

24 February 2011

Ke Kuala Lumpur Cuma Rp. 100.000-an

Kaki yang gemar jalan-jalan ini membawaku ke negeri jiran asal Upin Ipin, Malaysia. Tujuannya adalah Kuala Lumpur. Berbeda dengan travelling ke Bangkok tahun lalu, jalan-jalan kali ini lebih bersifat backpacking.

Memanfaatkan rute baru AirAsia rute Balikpapan-Kuala Lumpur saya mendapatkan harga promo Rp.68.000 untuk pemesanan 3 minggu sebelum hari keberangkatan. Harga belum termasuk pajak, asuransi, bagasi, pemesanan seat (bila ingin duduk berdekatan dengan teman/rombongan), makan, dll. Total harga saya dapatkan sekitar Rp. 100.000-an termasuk biaya asuransi dan pick a seat. Saya mencoba cek harga pada pertengahan Februari untuk bulan April harga promo Rp. 19.900 (total sekitar Rp. 72.000). Wow...!!! 

Untuk pembelian tiket AirAsia, berhubung ga punya kartu kredit saya memanfaatkan Debit BCA Internet Banking (dengan fasilitas tambahan KeyBCA)

Bener cuma Rp. 100.000-an..!! Tapi..itu cuma untuk tiket keberangkatan. Untuk akomodasi, pajak bandara, transportasi serta pulangnya urusan masing-masing mau pulang dengan AirAsia, pesawat lain atau meneruskan travelling ke Bangkok atau Singapore bisa dengan perjalanan darat. Beda lagi bila travellingnya atas biaya kantor atau ada yang mbayarin, pastilah gratisan.. :D

22 February 2011

Now Everyone Can Fly

Perjalanan lewat udara kini tak lagi dilakukan oleh kaum pelaku bisnis. Alasannya cuma satu, murah! Karena murah, pesawat menjadi alat transportasi andalan untuk perjalanan antar negara, antar pulau bahkan antar kota.

Dibandingkan dengan 10 tahun yang lalu terbang dengan pesawat terbang memerlukan biaya yang tidak sedikit untuk sekali jalan. Dan hanya orang tertentu yang 'terpaksa' naik pesawat. Kini, siapapun bisa mencobanya.

 

Air-AsiaPenerbangan murah disebabkan hilangnya beberapa faktor misalnya fasilitas makanan dan minuman, tiket perjalanan yang berubah ke teknologi e-ticketing, pemesanan online, dan alasan lainnya. Namun sayang, terkadang karena pingin murah dan memikat calon penumpang pihak maskapai lalu mengesampingkan faktor keselamatan, seperti maskapai jingga yang akhirnya kena batunya.

 

Meminjam tagline maskapai 'Asia Udara', now everyone can fly.

''Yang luput dari perhatian pemerintah adalah akses antar propinsi di daerah pinggiran/pedalaman yang mengandalkan transportasi udara sebagai transportasi utama yang memicu mahalnya barang pokok''

18 February 2011

Keripik Pedas

Camilan sederhana dan nikmat di kala senggang. Namun keripik jenis ini juga dapat memberikan dorongan perbaikan sebuah upaya. Keripik Pedas, begitu saya menyebutnya untuk sebuah plesetan dari ‘kritik pedas’.

Di beberapa foto yang saya unggah ke Facebook, biasanya saya meminta feed back berupa keripik pedas dari beberapa reka yang lebih jago soal foto. Hasilnya, cukup untuk melakukan perbaikan kualitas di masa mendatang.

 

d'masiv

Salah satunya adalah foto bayangan Ryan hasil dari lampu panggung saat d’masiv manggung di Samarinda. Dari beberapa rekan menyatakan kekurangan utama foto ini adalah soal watermark dan cropping yang kurang efektif.

Minta keripik pedasnya, gan..!!!

13 February 2011

KeyBCA

Alat tambahan sebagai penunjang transaksi finansial di KlikBCA. Alat ini berfungsi untuk mengeluarkan password yang selalu berganti setiap kali melakukan transaksi finansial. Ya seperti keygen (key generator) gitu..Kalau di Bank Mandiri disebut dengan Token Mandiri.

 

Gimana bikinnya?
Aktifasi Internet Banking melalui ATM, daftar KeyBCA melalui kantor BCA

Biayanya?
Administrasi Rp. 10.000 dipotong rekening serta biaya meterai Rp. 6.000. Tanpa biaya bulanan.

Untuk apa bikin ginian?
Untuk transaksi finansial secara online yang tidak bisa menggunakan kartu kredit (ga punya!!), transfer via ATM atau via PayPal.

Mau transaksi apaan?
Mau tahu aja, ntar juga tahu. Nanya melulu...!!!

07 February 2011

Ternoda, Malam Pertama

Selalu ada yang pertama! Pertahanan yang lama dijaga akhirnya jebol juga di suatu malam. Setelah lama tak merasakan kekalahan, akhirnya rekor itupun terhenti. 
 
Menjadi satu-satunya tim yang belum pernah kalah mengantarkan 'Setan Merah' bertengger di puncak kelasemen. Beberapa aksi comeback memperpanjang rekor itu, hingga 'Serigala' menerkam 'Setan Merah' dengan keunggulan tipis 2-1. Bukan Arsenal, Chelsea atau Liverpool melainkan tim papan bawah Wolverhampton.
 
Apa yang dialami Manchester United  tak jauh beda dengan pemuncak klasemen ISL Persipura Jayapura. Menjadi satu-satunya tim yang belum terkalahkan di 12 pertandingan terakhir hingga auman 'Singo Edan' di menit terakhir menyudahi ketangguhan Persipura Jayapura.
Rekor pun ternoda. Tak ada yang abadi, persaingan semakin sengit.
 
 

03 February 2011

Canggih Tapi Merepotkan

Moderenisasi jaman telah membawa kita ke kehidupan yang lebih maju. Kecanggihan teknologi membawa kemudahan dalam beberapa aspek hidup. Teknologi yang didominasi kecanggihan produk Jepang seolah menginvasi masyarakat jaman sekarang.

Namun salah satu cerita di Bangkok berkata lain. Rekan saya kebingungan mencari air di toilet pesawat selama penerbangan Thai Airways, padahal air memang tersedia, hanya kran air yang berbeda tidak menggunakan kran putar atau tarik tapi menggunakan kran sensor.

toilet

Soal sensor tak berhenti sampai di situ. Saya merasa kerepotan ketika hendak menyelesaikan hajat buang air kecil di bandara Svarnabhumi, Bangkok. Tak ada air untuk membasuh. Ternyata air keluar dengan bantuan sensor. Anehnya air keluar saat kita mendatangi tempat kencing, bukan setelah kita meninggalkan tempat kencing.

 

Toilet seperti ini juga saya jumpai di beberapa tempat di Jakarta dan kota lainnya. Bagi masyarakat dengan adat timur terutama umat muslim toilet seperti ini sungguh merepotkan karena memang harus menuntaskan hajat kecil termasuk di dalamnya kewajiban membasuh.