Jape Methe

Apurie's Blog

Masih terekam jelas di ingatan melihat reaksi masyarakat tatkala mendengar seorang Taufik Savalas meninggal dunia karena kecelakaan lalu lintas beberapa waktu yang lalu.

Tak percaya dan kehilangan. Itulah reaksi yang saya tangkap saat mengikuti beritanya di beberapa media. Semasa hidupnya beliau memang dikenal sebagai sosok yang sederhana, low profile dan peduli dengan sesama. Di sisi lain sebagai seorang entertainer dan komedian pada khususnya, beliau telah menciptakan karya-karyanya bagi jutaan orang. Saat orang lain tertawa dan dapat melupakan sejenak beban hidup sehari-hari, itulah karya beliau.

Sederhana dalam Sikap Kaya dalam Karya, sebuah judul yang sengaja saya ambil karena saya terkesan dengan filosofinya. Sebuah kalimat yang mengandung pesan untuk menyikapi hidup tetap dengan kesederhanaan tetapi tetap mengedepankan kemauan untuk berkarya yang lebih baik.

Kalimat ini saya dapat dari iklan tour sebuah group band yang ternama saat itu yang disponsori oleh sebuah brand rokok di Indonesia. Sebuah tajuk yang tepat untuk tema tour mereka, karena tema tersebut mewakili keseharian group band tersebut.

Tidak banyak individu yang bisa mencapai level seperti itu. Tak sedikit yang justru terlena dengan kesuksesan, jabatan dan harta yang bahkan pada akhirnya akan menjadi bumerang bagi dirinya.

Akhirnya, sebuah kesederhanaan memang (masih) diperlukan dalam diri kita, meski di masa keemasan sekalipun.

Could we?




Bagi Anda yang malas bolak-balik dari papan ketik (keyboard) ke tetikus (mouse), tombol shortcut adalah jawaban yang paling tepat. Dari sekian banyak shortcut, berikut ini tips sederhana membuka program-program favorit tanpa berpaling dari papan ketik. Sebagai contoh, penulis akan membuat shortcut program Microsoft Excel.




1. Klik Start-All Programs-Microsoft Office, klik kanan di menu Microsoft Excel lalu klik Properties





2. Pada menu tab Shortcut, klik kolom Shortcut key lalu tekan kombinasi tombol di keyboard yang akan dijadikan tombol pintas. Dalam hal ini penulis menggunakan kombinasi tombol Ctrl+Alt+X, lalu klik OK.





Nah, shortcut key siap digunakan untuk membuka program sehari-hari. Langkah ini efektif digunakan untuk memanggil program yang letak file-nya memerlukan banyak klik di Start Menu, seperti fasilitas Kalkulator atau Notepad di menu Accessories.
Saat ini penulis menggunakan tombol Ctrl+Alt+W untuk membuka Microsoft Word, Ctrl+Alt+C untuk membuka fasilitas Calculator, Ctrl+Alt+P untuk membuka Adobe Photoshop, Ctrl+Shift+A untuk membuka AutoCAD dan Ctrl+Alt+I untuk membuka browser Internet Explorer.
Selamat mencoba!

Entah apa hal semacam di atas bisa disebut sebagai umpatan atau tidak, tapi yang jelas kalimat itu sering muncul dan ingin kukeluarkan lewat teriakan gara-gara pengendara yang bisa dibilang gak sopan belok tanpa kasih tanda lampu sein (turnlights).
Kalau kendaraan mobil sih hanya beberapa, tapi kalau sepeda motor R2 deuh jengkelnya seolah-olah yang punya jalan ya mereka.
Saya anggap mereka tuh egois gak memikirkan pengendara yang di belakangnya dan cuma mengandalkan bahasa tubuh dan berharap pengendara di belakangnya bisa membaca (lebih tepatnya menebak). Padahal kalau dipikir-pikir
sepertinya gak ada masalah dengannya, lha wong motornya tuh keluaran baru je, mosok sih seinnya dah mati??
Lampu sein diciptakan jelas ada maksud dan tujuannya yaitu kelengkapan sebagai penunjang keselamatan,(walaupun pada era masa kini pabrikan kendaraan bermotor menciptakan disain lampu sein yang futuristik yang menggabungkan keindahan dan fungsionalnya).
Jelas tujuan utamanya adalah sebagai media komunikasi pengendara yang bersangkutan dengan pengendara di sekelilingnya saat akan berbelok atau berpindah jalur.
Banyak pengendara yang tidak memperhatikan
safety riding, tak heran berkendara di jalan raya seolah dikelilingi oleh bahaya.
Kalau saya perhatikan, bukan masalah tua atau muda, Honda Revo ato Honda si Pitung, tapi pada dasarnya mereka tidak menyadari kalau mereka seharusnya butuh untuk kasih sein.

Ya..taat bukan karena takut polisi, taat bukan karena pengen dapet reward tapi taat karena butuh untuk kenyamanan dan keselamatan berkendara.
Coba dipikir-pikir, kalau memang kita butuh sesuatu apapun akan dilakukan untuk mendapatkannya. Bagaimana dengan kenyamanan (di samping keselamatan) berkendara?
Think about it!!



Sebenarnya dah lama kenal sering liat-liat di Toga Mas-Jakal, tapi semenjak di Samarinda ini makin rajin ketemu di Gramed akhirnya sreg tiap dua minggu sekali dengan setia nungguin nongolnya. Yang bikin jatuh hati ya tak lain tak bukan karena murah meriah bila dibandingkan dengan isinya yang cukup bermanfaat. Rp 18.500 untuk edisi regular dan Rp 28.000 untuk edisi bonus CD yang berisi software dan koleksi majalah digital. Dengan bahasa yang mudah dimengerti, tak sulit rasanya untuk memahami berbagai ilmu seputar hardware maupun software sekalipun yang mengkonsumsi adalah pemula. Tips dan trik sangat mudah dipahami dengan adanya gambar maupun screenshot.
Tapi sayang beribu sayang, di saat kau mulai jatuh cinta ( sampe dibela-belain mondar-mandir ke Gramed karena jadwal terbit yang selalu telat ) ternyata dengan berat hati ku harus berpisah dengannya gara-gara kontrak ijin lisensi Komputer Akt!f dari Inggris sana habis.(Model yang pas untuk sampul edisi pamungkas) :D

teman; kb :

kawan, sahabat, seseorang yang bersama-sama ada; menyertai.


Teman dapat pula diartikan orang lain selain anggota keluarga, seseorang yang kita kenal begitu pula sebaliknya, baik secara mendalam maupun sebatas saling kenal. Ada yang mengartikannya hanya sebagai teman biasa dan tak sedikit yang mengenal lebih jauh secara mendalam yang pada akhirnya bisa disebut sebagai sahabat.


Sebagai makhluk sosial tentu tak bisa lepas dari yang namanya teman. Seiring dengan perjalanan hidup kita, semakin bertambah nama-nama teman yang mengisi lembar catatan kehidupan kita. Bagi saya ada kalanya teman sebagai pelipur lara, tempat berbagi, bahkan dalam kasus tertentu bisa disebut sebagai keluarga yang terdekat. Tidak jarang saya mengartikan kehadiran seorang teman adalah sebagai tempat pembelajaran hidup, tak sedikit ‘ilmu hidup’ yang bisa saya dapatkan dari sebuah hubungan pertemanan.



Saat ku jauh berada di ratusan bahkan ribuan kilometer dari keluarga dan sanak saudara, teman adalah keluarga yang terdekat. Ada yang bisa membuat tertawa ada pula yang malah membuat kita terpuruk. Setidaknya itulah pengalaman terburuk (atau bahkan yang terindah) yang pernah kualami saat-saat terpuruk oleh karena seorang teman. Saya anggap itu semua adalah proses kehidupan, proses pembelajaran yang sangat berharga nilainya.



Seorang teman pernah menyampaikan ketidaknyamanannya karena sikap beberapa temannya yang berubah dan terasa menjauh. Bila kehadiran teman sebagai keluarga yang terdekat, tentu hal seperti ini terasa sangat mengganggu. Dalam hal yang seperti ini diperlukan feeling untuk mendeteksi perubahan-perubahan sikap kita terhadap orang di sekeliling. Ibarat sebuah bangunan, bila ingin melihat indah tidaknya bangunan tersebut alangkah baiknya bila melihat dari sisi luar.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang saya lupa mencatat nama penulis serta alamat URL-nya, beliau mengumpamakan hal di atas seperti orang memancing ikan. "Bila ingin mendapatkan ikan, jangan beri umpan dengan roti atau keju kesukaan kita, tapi beri dia umpan cacing kesukaannya".
Secara pribadi saya mengartikannya bila ingin melihat perilaku kita lihatlah dari sisi kacamata orang lain, bukan dari kacamata sendiri yang terkadang tidak peka atas kekurangan-kekurangan diri.

Ketidaksempurnaan sebagai fitrah seorang manusia menuntunku untuk selalu belajar dari orang lain, tak terkecuali dari ketidaknyamanan temenku di atas yang seolah membuka mindset-ku tentang peranan seorang teman.


Sebuah motivasi yang terekam jelas di ingatanku "Belajarlah dari kesalahan orang lain, karena kita tidak pernah mempunyai waktu untuk melakukan kesalahan-kesalahan itu sendiri".

Cedak kebo gupak

Saat jalan2 ke Mall Bekasi Trade Center, saya melihat sebuah spanduk yang isinya masih saya simpan dalam memori SMS, kurang lebih berbunyi :


" Akan menjadi apa Anda dalam lima tahun mendatang tergantung pada 3 hal
:
1.Buku yang Anda baca; 2. Orang yang Anda temui; dan 3. Pilihan yang Anda
buat."


Dalam hal poin nomor dua, saya sangat setuju bahwa orang-orang di sekitar kita baik secara langsung maupun tidak, dapat mempengaruhi karakter dan kedewasaan seseorang. Dalam bahasa Jawa terdapat peribahasa "cedak kebo gupak" yang artinya kurang lebih seperti di atas. Ibaratkan bila di sekitar kita adalah orang-orang yang semangat dan penuh motivasi tentu kita berharap mendapat sifat yang tak jauh beda, sebaliknya bila kita bergaul dengan teman yang akrab dengan dunia hitam misalnya, maka siap-siap aja mengikuti jejaknya.


Finally, bila kita mau belajar dari orang lain dan saling melengkapi saya percaya hidup itu akan lebih bermakna. Rasa terima kasihku yang begitu besar kepada teman-teman yang telah bersedia jadi korban ‘pencurian’ ilmu hidup (masih bayak ‘harta’ yang belum sempat kucuri).:D…. Batam, Bekasi, Jakarta, Jogja, Solo, Malang, Samarinda, Jepang, dan Malaysia - tempat mereka melanjutkan hidup dan harapan (and life must go on), percayalah bukan sebuah ketidakinginan untuk menyebutkan nama kalian, melainkan sebuah keterbatasan ruang yang tak (pernah) mencukupi untuk menuliskan rasa terima kasihku, serta permohonan maaf atas segala ketidaksempurnaanku. May all happiness always be around u..
(Special thanks to my friend who gave me an inspiration to write down this article. GBU)

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home