Jape Methe

Apurie's Blog

Sekian lama hiatus, blog ini bagaikan rumah tak berpenghuni. Lusuh, berdebu, dan lembap. Angka 350 menjadi pembuka ide-ide yang lama terpendam untuk dituangkan di blog ijo ini.

Sekian lama merantau di Kota Tepian, mengukir berbagai kisah menarik dan terus akan tertulis entah sampai kapan. Banyak perubahan dalam lebih dari satu dekade ini.



Walaupun insting menulis menurun drastis, tetap saja ada hal yang menarik yang pantas untuk dikesahkan.

Kisah yang telah tertuang dalam sebuah buku Samarinda Bekesah bersama rekan-rekan blogger Samarinda menjadi mesin waktu tentang Samarinda di mata blogger Samarinda.

Harapan.
Cinta.
Hidup.
Rindu.
Tawa.
Duka.
Terima kasih Samarinda

Mendengar kata museum mungkin kita akan langsung mengasosiasikannya dengan sejarah, kuno, unik, sepi, atau membosankan. Tapi bagaimana bila museum hadir di dalam pusat perbelanjaan?

Affandi Alive

Sungai Mahakam yang membelah kota Tepian, Samarinda selain memiliki beragam kisah kultural dan mitosnya juga memiliki berbagai keunikan tersendiri, salah satunya yakni bisa  menghilang saat pagi hari.
Ga percaya? Saya pun sempat dibuat takjub oleh fenomena alam yang baru saya sadari. 

Mahkota II

Cari tempat refreshing cuci mata di Samarinda?
Kapan kita ke mana?
Bosen ah, ke itu-itu melulu!

Mungkin karena bosan dengan yang itu-itu saja soal tempat seru-seruan di Samarinda, beberapa orang dengan isengnya sukses menemukan tempat baru yang sepertinya biasa saja namun menjadi tren baru tempat yang wajib disambangi.
 
Dalam setahun terakhir ini beberapa tempat di Samarinda mendadak terkenal karena pesona alamnya yang menarik (setidaknya 'menarik' untuk dijadikan background foto selfie).
Sebut saja danau bekas tambang di Loa Bakung, gunung Steling yang pas buat menikmati matahari terbenam, dan yang baru-baru nge-hits yakni Bukit Tanjung di daerah Lempake, Samarinda.


"Jalan, yuk"
"Ke mana?"
"Ngopi-ngopi di kafe"
"gak doyan kopi eh"

#gagalpaham

Kopi dan kehidupan sosial, jika dihubung-hubungkan ada relevansi di antara keduanya. Kopi dapat membangun hubungan sosial atau bahkan menciptakan hubungan sosial yang baru. Aktivitas ngopi menjadi 'kambing hitam' untuk sekadar hangout bareng teman.

Tren ngopi di kafe pernah menjadi andalan bagi sebagian masyarakat Samarinda terutama para remajanya yang doyan nongkrong dan bergaul. Indikatornya adalah jumlah kafe yang hadir bak jamur di musim penghujan, di sepanjang jalan Juanda misalnya terdapat berbagai macam tongkrongan ala kafe dengan berbagai konsep dan fasilitas andalannya. Itu dulu.

Pada akhirnya kafe-kafe tersebut perlahan rontok dan menyisakan beberapa yang mampu bertahan. Mungkin mereka lelah menghadapi persaingan :)

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home