21 December 2014

Jingga Senja nan Memesona dari Bukit Steling

Sesungguhnya alam telah menyediakan pesona kecantikannya untuk dinikmati, tugas kita hanya menemukan cara dan tempat untuk mendapatkannya. Pesona sunset salah satu cotohnya, warna jingga saat senja akan memberikan kedamaian hati saat jingga mulai menghilang ditelan malam. 

Di bukit Steling kamu akan menjadi saksi saat malam menjemput senja, saat lampu kota mulai berpendar menggantikan sinar alam yang tenggelam.

Sunset Bukit Steling
Dengan waktu yang pas, kamu bisa mendapatkan keindahan sunset yang jauh lebih memesona daripada ini

Ternyata Samarinda punya tempat yang keren untuk menikmati pemandangan sudut kota dari atas bukit, mereka menyebutnya Bukit Steling. Entah dari mana nama Steling berasal, yang jelas tempat ini (pernah) ramai dibicarakan di media sosial karena tempatnya yang pas untuk ngeksis selfie menikmati alam dan kota Samarinda.

Terletak di kelurahan Selili, tempat ini mudah dicapai walau harus memerlukan sedikit perjuangan dengan akses jalan yang menanjak dan licin. 'Pintu masuk' Bukit Steling berada di Jl. Lumba-lumba Gang 01 (SDN 014 dan SDN 028).

Dengan mengawali perjalanan melewati pemukiman penduduk dengan jalanan kampung yang menanjak yang memiliki kemiringan sekitar lebih dari 30 derajat, kamu akan tiba di ujung pemukiman dan memulai treking masuk hutan. Dari sini ketahanan fisik kamu sedang diuji!

Jalan setapak yang terlihat jelas akan memandumu memasuki hutan jauh lebih dalam lagi. Kondisi medan menuju titik tujuan akan menjadi tantangan berikutnya selama kurang lebih 20 menit ke depan. Di dalam kamu akan menjumpai beberapa titik persimpangan, jangan sampai tersesat! Polah kawanan monyet yang bermain di dahan pohon sesekali akan menghiburmu. 

View Bukit Steling
Panorama sungai Mahakam dari Bukit Stileng

Keringat yang keluar hasil olah raga treking akan kamu hiraukan setibanya di finish point dan melihat pemandangan kota Samarinda yang dibelah oleh sungai Mahakam dengan latar belakang warna jingga mentari yang menuju senja.  Nikmatilah alammu yang memesona itu!

Kapan-kapan ke sini lagi, yuk!

Groupfie Steling
Sedikit terlambat untuk mengejar matahari tenggelam. Groupfie dulu..
Hantu Bukit Steling
Berasa jadi hantu Bukit Stileng :)
 
Blue hour-nya juga cantik
 
Do's and Don'ts
Untuk menikmati sunset, waktu terbaik datang ke sini paling tidak jam 4-5 sore dengan estimasi 30 menit treking santai serta diperlukan cuaca yang mendukung.

Ajak teman yang sudah pernah ke sini sebagai pemandu daripada cari sendiri tapi malah tersesat ga jelas, kan ga lucu!

Percayalah, kamu akan memerlukan paling tidak sebotol air minum untuk pelepas dahaga selama trekking. Ingat, sebotol bukan ukuran gelas! Di area perkampungannya ada warung kok!

Selain minuman, siapin juga stamina. Kalaupun ngos-ngosan sepertinya perlu istirahat sejenak, mungkin kamu lelah :)

Hati-hati jalanan licin terutama jika hujan pada malam sebelumnya. Gunakan alas kaki yang sesuai, kalau perlu berjalan miring kayak kepiting saat naik/turun biar lebih sigap kalaupun terpeleset.

Bawa lampu senter untuk membantumu keluar dari hutan menembus malam saat malam tiba, minimal hape bersenter.

Jangan lupa bawa kamera, tongsis, atau tripod buat kamu yang suka bermain slow speed. Pemandangan pas blue hour sayang untuk dilewatkan.

Bawa serta sampahmu keluar hutan, jangan meninggalkan jejak negatif berupa sampah kemasan minuman dan/atau bungkus makanan.

Have fun guys! Siapa bilang ngebolang harus ke luar kota?










6 comments:

  1. Oh jadi ceritanya ini jalan kaki toh.. Wah mau dong kapan2 diajak ke sana.. Sudah lama gak jalan kaki dalam jarak yg jauh nih..

    ReplyDelete
  2. kapan yah bisa menginjakkan kaki ke pulau kalimantan, pengen tau kaya mana

    ReplyDelete
  3. wow....dari kemaren mau kesana ga kesampaian terus.... keren

    salam kenal dr blogger baru yah mas.. blognya bagus

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..