Jape Methe

Apurie's Blog

Hiatus, terdengar seperti kosakata dalam bahasa Sunda (dan awalnya pun saya anggap begitu) sampai akhirnya saya menyadari ternyata kata ini ada dalam bahasa Inggris.

Bagi blogger lama yang sudah sejak era keemasannya blog (baca :tua), istilah hiatus sering digunakan entah karena memang lagi masa rehat atau sekadar ikutan tren.
Dengan alasan sibuk aktivitas offline, ga punya ide nulis, malas atau apapun yang bisa menjadi alasan untuk hiatus.

Sesungguhnya alam telah menyediakan pesona kecantikannya untuk dinikmati, tugas kita hanya menemukan cara dan tempat untuk mendapatkannya. Pesona sunset salah satu cotohnya, warna jingga saat senja akan memberikan kedamaian hati saat jingga mulai menghilang ditelan malam. 

Di bukit Steling kamu akan menjadi saksi saat malam menjemput senja, saat lampu kota mulai berpendar menggantikan sinar alam yang tenggelam.

Sunset Bukit Steling
Dengan waktu yang pas, kamu bisa mendapatkan keindahan sunset yang jauh lebih memesona daripada ini

Biaya hidup di Singapura memang terkenal mahal, sebagai perbandingan harga air mineral botol 300ml sekitar Sin$1-1.2 Jika berencana melancong ke sana ada baiknya diperhitungkan dengan baik estimasi budget agar tidak kebobolan. 

Logo

Salah satu budget yang bisa dihemat adalah pemilihan penginapan. Untuk yang ini saya punya rekomendasi, meski saya yakin masih ada yang lebih murah namun setidaknya ada pilihan dan alasan mengapa saya merekomendasikan tempat ini.

Buat kamu yang pernah melancong ke Singapura tentu tahu dengan jajanan jalanan (street food) es krim potong Singapore. Entah apa namanya tapi saya menyebutnya es krim one dollar, karena harganya memang sin$1. Ada yang bilang namanya Uncle Ice Cream, mungkin karena kebanyakan penjualnya adalah bapak-bapak paruh baya. 

Uncle Ice Cream
fokus di es krimnya ya...

Jajanan ini hanyalah sepotong es krim balok ukuran sekitar 10x5 cm yang dibalut dengan selembar roti tawar, semacam jajanan zaman SD dulu. Namun rasanya kok nagih, beli satu saja pengen nambah ditambah dengan cuaca Singapura yang panas pasti ga cukup cuma satu. 
Ada uang ada harta
disimpan di dalam kendi
Selamat datang di Yogyakarta
di negeri seribu candi

Sebuah pantun menggelitik itu diperdengarkan oleh salah satu pramugari Citilink untuk menyambut penumpang sesaat setelah mendarat di bandara Adisucipto, Yogyakarta.

Citilink A320

Pada akhirnya saya pun mengalami terbang perdana dengan maskapai murah (Low Cost Carrier), Citilink. Pilihan jatuh ke 'si Hijau' karena saat itu harga tiketnya lebih terjangkau dibandingkan dengan maskapai lain dengan pertimbangan sudah termasuk airport tax bandara Samsul Sebal serta faktor penasaran belum pernah naik Citilink :)

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home