Jape Methe

Apurie's Blog

Menjadi seorang pemimpin diperlukan sikap tegas dan wibawa. Setegas dan sewibawa apapun masih diperlukan sikap terbuka dan legowo menerima 'komplain' dari bawahannya. Bagi seorang pengusaha, saran dan kritik dari pelanggan adalah bagaikan air kehidupan.

Saya memang bukan seorang pengusaha, bukan pula pemimpin yang berpangkat, tapi sikap 2 kehidupan tadi yang mendasari saya untuk mengganti ShoutBox saya.

Beberapa kali saya mendapati ShoutBox saya error sehingga pengunjung blog tak bisa meninggalkan pesan.

Beberapa rekan pernah mengeluhkan hal ini, tapi saya tetep kekeuh memakai ShoutBox dari Oggix. Karena tak ingin mengecewakan pengunjung blog ini, dengan senang hati saya merubah server ShoutBox dari Oggix ke Shoutmix dengan harapan tak ada lagi kasus error.

Saya memang bukan ahli agama, tapi dalam agama saya mengajarkan pentingnya menjaga silaturahmi. Penggantian ‘kotak teriak’ semata-mata untuk keep in touch dengan rekan-rekan sekalian.

Selamat tahun baru, semangat baru, harapan baru dan kualitas diri yang baru…

Rasa deg-degan menghantui benak saya saat melewati lorong pelabuhan Sekupang, Batam. Rasa itu semakin kencang saat petugas imigrasi memeriksa kelengkapan paspor saya, maklumlah hari itu adalah hari di mana saya dan empat teman saya melakukan trip ke negeri singa tanpa seorang yang sudah berpengalaman. Yah, kami memang nekat melakukan itu untuk merayakan sebuah momen yang menurut kami memang special.

“Fiskal Bapak ada?” tanya petugas itu menstimulasi ketegangan saya.

“Belum ada, Pak” jawabku sekenanya.

“Silakan Bapak urus dulu di sebelah sana” jawabnya sembari mengembalikan paspor saya dan menunjukkan sebuah ruangan keimigrasian.

Oopps, gak lolos verifikasi nih, batinku.

Teman-temanku yang sudah lolos pemeriksaan imigrasi kontan kaget dan heran. Saya sendiri tak kalah heran mengapa dari lima orang hanya saya yang gak lolos. Balakangan kuketahui alasannya hanya karena paspor saya dibuat di Jogja sedangkan punya mereka dibuat di Batam sehingga mempunyai fasilitas bebas fiskal. Setelah merogoh uang 300 ribu di dompet – resminya 500 ribu tapi ditawari petugas bisa murah tanpa kwitansi – akhirnya saya lolos.

Setibanya di World Trade Center, kembali kami berhadapan dengan petugas imigrasi. Melihat dokumen perjalanan saya lengkap, sang petugas menanyakan tujuan kami, lama tinggal, tiket pulang dan ada berapa uang Sin$ di dompet kami.(!)

Singkat cerita, kami lolos. Tujuan kami berikutnya adalah melihat patung singa yang sering saya lihat di layer kaca. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak, muter kesana-kemari naik taksi dan bus kami benar-benar merasakan ‘jalan-jalan’. Ya, benar-benar jalan kaki yang akhirnya nyasar ke – semacam – pasar loak !. Memalukan…!

Daripada pusing, setelah rehat sejenak di sebuah taman kami sepakat untuk kembali ke WTC. “Muter-muter di sana saja” ujar temanku bernada pasrah.

Secuil kisah masa lalu yang kadang membuat saya tersenyum saat mengingatnya – dan memalukan - dan menggelitik saya untuk tidak meremehkan yang namanya ‘rencana’.

Kalo ada yang berpendapat kisah di atas berjalan tanpa rencana akan saya amini karena memang semuanya berangkat dari sebuah keisengan dan kenekatan.

Tahun yang baru, harapan yang baru dan – belajar dari kisah tadi – harus ada rencana baru.

“Bikin wishes list donk, Oom” perempuan satu ini mengingatkanku.

Sepertinya bukan cuma wishes list, but plans list as well.

Meminjam kalimatnya Bp. Dahlan Iskan (Ganti Hati, Sebuah Pengalaman Pribadi), “Biarkan kehidupan ini mengalir seperti air, tapi air yang mengalir deras.” Tentunya gak bisa mengalir deras tanpa planning kan bos?

So, do you have any plan for 2008 ?

Dalam hitungan hari 2007 berganti 2008, tak sedikit yang sibuk beresolusi di tahun 2008.

Resolusi?

Biasanya sih pake 640x480 di hape, kalo monitor pake 1024x768. Gedubrak!! Ngomongin apaan sih..

Bukan resolusi yang itu toh yang dimaksud. Whatever-lah tapi yang jelas aku pribadi memang punya beberapa resolusi di tahun depan dan menurutku pelaksanaannya lah yang lebih penting daripada sekedar membuat sederet daftar resolusi 2008. Sepertinya gak penting untuk di publish, begitu kata temenku.

Terlepas dari resolusi, putar balik ah ke 2007..

1. Nyasar ke Samarinda dapat kerja di kota tepian ini (Dec, 2006);

2. Punya penghasilan (lagi), so bisa nabung buat masa depan.he...;

3. Feel one year older;

4. BB naek 4 kg;

5. Narsis abis, seneng difoto buat trial and error editing Photoshop (abis gak punya model sih);

6. Bisa ‘pegang’ kamera jeprat-jepret tapi gak asal jepret;

7. Nambah ilmu dikit soal komputer, gpp lah asal gak gaptek aja;

8. Demen maen billiard tapi gak jago;

9. Jadi blogger and punya dunia baru tempat mencurahkan inspirasi. Jadi inspiratif, narsis (dikit) and PeDe;

10. Punya hape baru gara-gara hape lama rusak;

11. Install Opera Mini 3 ke hape baru trus keranjingan browsing pake hape and finally update ke Opera Mini 4;

12. Mulai kenal chatting sampe install eBuddy Messeger ke hape. Waktu anget-angetnya dulu, makan aja sambil ngechat....:D;

13. Dunia baru, tongkrongan baru, lingkungan baru otomatis temen baru plus pengalaman baru;

14. 'Putus' ama Komputer Aktif dan 'kecantol' ama Foto Video Digital;

15. Selingkuh, pilih Firefox ketimbang IE.

Seorang wanita tengah berjuang menjalani kehidupan

Siang jadi malam, malam jadi siang

Tak terasa tubuhnya pun melemah ditelan usia

Tak peduli, dia tetap berjuang



Aku yang tak pernah bisa hadir menemaninya

Selalu berharap yang terbaik

Air mata ini pernah menetes di pipi

Saat merasakan sebagian kecil dari perjalanan hidupnya


Aku pernah di sana waktu itu

Semuapun tahu apa yang pernah terjadi

Dia tetap bertahan

Menjalaninya seorang diri


Aku yang pernah dibanggakannya

Tapi tak sehebat dia

Aku yang jauh darinya

Selalu belajar darinya


Tuhan, jagalah dia seperti dia pernah merawatku

Sayangilah dia seperti dia menyayangiku

Kembangkan senyumannya seperti saat dia bahagia

Hingga dia dapatkan apa yang dia harap


Senyuman, air mata, terjatuh, lelah

lembaran kecil dari kisah hidupnya

Berjuang, pantang menyerah, tangguh

hal yang dia ajarkan kepadaku

She is my mom


Sometimes I feel my heart so lonely but that's ok

No matter how my girl just left me I just don't care

Whenever the rain felts down it's seem there's no one to hold me

She's there for me she's my mom


Just for my mom I write the song

Just for my mom I sing this song

Cos just mom can wipe my tears

Cos just my mom can only here


Trapped in the subway can't remember the day but I feel ok

Dumped in damn situation in every condition with no conclusion


You may say I have no one

To cover me under the sun

You'll only get it from your mom


( Just For My Mom, Sheila on 7, Kisah Klasik Untuk Masa Depan )


Subhanallah..what a great building structure!

That was my first impression when i took my first step to the Samarinda Islamic Center, the biggest mosque in East Borneo.

It's a new mosque in this city and become a largest mosque ever built. I have never seen before the building like this in my origin town.

Physically, there are 7 towers. 4 in each corner, 2 in the center entrance gate and 1 in the front of mosque as a main and tallest tower. I'm not sure how tall its tower, but i'm sure i felt a srunk man stand up below the main tower.

The main tower has a room up there like a observation room, it reminds me of 2nd floor of Tokyo Tower.he..



Thousands people could pray inside of it. There is 2 floor in the main bulding. In the first floor i think it's looks like a basement. It maybe caused of the lights can not be operate yet. I saw there are some finishing job under progress.


Overall it's a great building and beside, there are some good corner to take a background picture. Repeatition objects or low angle that u can use to enrich your picture.
Dasar…seneng foto, apa aja mo dijepret.he……

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home