Beberapa di antara referensi-referensi itu menyarankan untuk menghindari sopir taksi India dan memilih sopir taksi lokal atau berwajah Cina. Bukan soal rasisme, tapi lebih soal pelayanannya.
Namun setelah saya mencoba langsung, tak sepenuhnya benar bila kita tahu triknya.
Apa itu? Sederhana saja, hindari naik taksi yang sedang mangkal/ngetem dan carilah taksi yang sedang berkeliling cari penumpang. Kebanyakan dari mereka setuju untuk menggunakan argo. Pastikan dahulu dengan bertanya kepada si sopir taksi tersebut.
- Untuk yang bepergian secara grup (3-4 orang), menggunakan taksi lebih menguntungkan dari sisi kenyamanan, ketepatan waktu serta biaya (berbagi biaya).
- Hindari memilih taksi yang sedang mangkal terlebih pada malam hari karena harga bisa 2 kali lipat bahkan lebih (misal tarif non-argo RM15, tarif argo cuma RM6).
- Mereka tidak mengenal kata ‘argo’, gunakan kata ‘meter’.

