23 March 2011

Mencoba RapidKL

splash-rapidkl Dengan berat hati saya mengatakan bahwa transportasi di Kuala Lumpur jauh lebih baik dari Jakarta. Lihat saja, dengan mudahnya pengguna berpindah dari satu titik ke titik yang lain. Efek positifnya adalah pengguna kendaraan pribadi terutama sepeda motor yang relatif tak banyak ‘gentayangan’ di jalanan kota. Mudah, cepat dan nyaman adalah pertimbangan pengguna transportasi berpindah dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

DSC05040

Seperti kota-kota besar di beberapa negara lainnya, Kuala Lumpur memiliki transportasi umum seperti bus, taksi dan kereta api. Namun yang membuat saya penasaran adalah MRT (Mass Rapid Transportation) seperti monorail dan LRT (kereta bawah tanah). Setelah mencobanya, saya berpikiran saya akan lebih memilih naik yang seperti ini dibandingkan dengan harus naik angkot atau naik motor. Andai-setidaknya-Jakarta punya yang beginian..!!

KL Sentral1
KL Sentral2

  • Murah, biaya tak lebih dari RM2,5 tergantung dari jarak.
  • Cepat, kereta tanpa masinis ini tiba kurang lebih setiap 5 menit sekali.
  • Nyaman, fasilitas tiap stasiun yang memadai, bahkan di KL Sentral terkesan seperti ruang bandara.

Tips :
  • Bila ingin coba-coba, hindari jam-jam sibuk berangkat kerja dan jam pulang kerja.
  • Perhatikan rute yang akan dinaiki, jangan salah jalur. Papan informasi rute banyak tersebar di sekitar stasiun.
  • Jangan malu untuk bertanya.
  • Waspada terhadap copet.
  • Bila ingin mendapatkan view yang lebih luas, pilih gerbong paling depan atau paling belakang, kecuali untuk kereta bawah tanah (view gelap gulita)
  • Perhatikan suara informasi pengumuman tempat pemberhentian berikutnya di dalam kereta.
  • info rute RapidKL (kereta dan bis) bisa dilihat di http://myrapidkl.com.my

19 comments:

  1. Pameeeerrr....
    Aku iriiiiiiiiiiii...
    Aku bentjiiiii belum bisa jalan2 ke sanaahh

    *lebay*

    ReplyDelete
  2. enak dunk yang lagi bertualang di KL,

    emang sih transportasi mereka lebih baik, tapi kalau kita tidak hanya membandingkan dengan negra kita tapi juga membantu negara kita memikirkan solusi terbaik mengatasi kemacetan, pasti lebih oke..

    ReplyDelete
  3. @ ethie : lebay ah..betewe ini adalah rangkaian cerita jalan2 yang nantinya mo dikumpulin jadi satu buat referensi temans2 yang mo pergi ke KL. biar ga nyasar..
    @ yudi : soal memikirkan udah ada jatahnya je..

    ReplyDelete
  4. wa.. jadi pengen... kapan yaa jakarta ada gituan

    ReplyDelete
  5. ilike it...

    saya suka itu , kok ga ajak2 seh gan

    ReplyDelete
  6. @ komputer : semoga suatu sat nanti ada
    @ intheworld : haha..ya sudah, ini aja oleh2nya...

    ReplyDelete
  7. Yah begitulah.
    Memang harus diakui Indonesia ketinggalan jauh dalam urusan menyediakan transportasi yang bagus untuk warganya.

    ReplyDelete
  8. wuih, keren ya kang... coba seandainya saja di Jakarta ada ya.. hihihi...
    disini yang agak kerenan dikit busway, itu aja masih sering ngaret.. :(
    sip, trims tips nya.. :)

    ReplyDelete
  9. Beberapa bulan lalu lihat Metro TV (ulasan dari National Geographic) Jakarta memang akan buat sarana transportasi massal semacam ini, MRT. Entah tahun berapa...

    ReplyDelete
  10. ya tiap negara
    memang punya kelebihan masing :)
    KL boleh punya itu.
    Jakarta punya ini itu :)

    ReplyDelete
  11. sumpah, foto2nya bagus banget... :)

    ReplyDelete
  12. Jaman dahulu kala, di desaku malah punya alat transportasi yang membanggakan dan tidak dilestarikan oleh negeri kita sendiri, yaitu Perahu Getek.

    ReplyDelete
  13. Susah membayangkan Jakarta bisa memiliki armada transportasi umum dengan pelayanan seperti ini.

    MENGHAYAL DULU AH..............................

    ReplyDelete
  14. Ini harus menjadi pemacu Jakarta supaya bisa bersaing utk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara baik dan benar.

    ReplyDelete
  15. nice foto banget.. pengalaman yg baik di negeri orang.. siapa tau bisa menjadi tokoh perubahan baik utk indonesia walau dalam hal kecil

    ReplyDelete
  16. enakan mana dgn kereta di Jepang?
    mungkin enakan di negara jiran itu krn bahasanya ngerti yah :D

    EM

    ReplyDelete
  17. bayarnya sebelum naik apa setelah sampai ditujuan berhubung katanya tarif tergantung jarak yang ditempuh kan??

    ReplyDelete
  18. @ Imelda : sepertinya enakan kereta Jepang, sayang waktu itu kurang beruntung mencoba naik Shinkansen
    @ anonymous : bayarnya sebelum naik

    ReplyDelete
  19. wahhhhhhhhh saya jg prnah ksna..betul gan mang dsana lbh mantab.........tp gmna lg tanah klahiran dsni n kluarga dsni ya.......mw ga mw tetep tgl dsni permanennya...:)

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..