Jape Methe

Apurie's Blog

Belakangan ini saya lagi demen The Amazing Race Asia (TARA) Season 4, gara-gara begadang dan nemuin Episode 1 di RCTI. Selidik punya selidik ternyata sedang tayang di AXN Asia. Tapi berhubung saluran AXN sudah tidak tersedia lagi akhirnya download serialnya di Youtube.

The Amazing Race Asia

The Amazing Race Asia adalah program reality game show adopsi The Amazing Race. Perlombaan yang menuntut stamina tinggi, kerjasama yang kompak dan komunikasi yang baik untuk menyelesaikan beberapa tugas di berbagai negara di Asia. Di tiap pit-stop peserta yang paling akhir check-in di titik yang ditentukan akan tereliminasi (beberapa pit-stop tidak diadakan eliminasi, tim paling akhir check-in diijinkan melanjutkan perlombaan).

Selama perlombaan, peserta tidak diberikan akses alat komunikasi, tanpa dompet, kartu kredit dan akses internet. Biaya untuk perjalanan lintas negara dijatah dengan jumlah tertentu. Setiap tim yang mampu finish pertama di pit-stop akan mendapat bonus hadiah dan pemenang TARA akan diganjar USD 100.000.

The-Amazing-Race-Asia-Season-4

Untuk TARA Season 4 diikuti peserta 10 pasangan dari Filipina, Malaysia, Singapura, Indonesia, India dan Hongkong. Dari Indonesia sendiri diwakili 2 peserta Nadine-Yani dan Natasha-Hussein. Khusus Natasha dan Hussein, bahkan sebelum lomba dimulai mereka telah memecahkan rekor dengan menjadi tim ‘Father and Daughter’ pertama sepanjang sejarah TARA. Saat di Indonesia, lomba digelar di Bali dan Lombok.

TARA_INA

Yang menarik dari tim Natasha-Hussein adalah mereka lebih sering menggunakan jersey, jaket atau baju yang ada identitas Indonesia, entah sekedar tulisan INDONESIA, emblem bendera atau lambang Garuda. Tim Natasha-Hussein mampu menembus 4 besar, raihan posisi terbaik mereka adalah finish di posisi kedua. Beda hal dengan tim Nadine-Yani yang finish di tempat terakhir di race pertama beruntung tak ada babak eliminasi di pit-stop. Namun harus tereliminasi di race kedua karena gagal memperbaiki posisi.

Trus siapa juaranya? Nanti dulu, saya belum selesai nonton :p

Bicara soal rokok sepertinya tak mudah menemukan ujungnya. Meskipun sempat menimbulkan kontroversi soal fatwa haram, toh juga gak ngaruh bagi perokok aktif hingga saat ini.
Mengisap racun (baca : merokok) itu pilihan, hak setiap orang. Saya sebagai non-perokok ga bisa memaksa orang lain untuk tidak merokok, cuma yang saya harapkan adalah mereka menjadi PEROKOK CERDAS.

Perokok cerdas? Apa itu? Ya..setidaknya tahu waktu dan tempat kapan boleh merokok. Tidak merokok sembarangan, tetap menghargai non-perokok, tidak membuang abu dan puntung rokok sembarangan.

Ketika banyak orang yang ingin berhenti merokok, kenapa saya harus memulai?

Penggunaan kalimat/kata yang sesuai EYD untuk generasi pesan singkat mungkin tak dibutuhkan apalagi untuk pecinta bahasa 4L4y. Namun tuntutan sebagai bahasa formal akan memaksa penggunaan ejaan yang tepat. Sayangnya, sebagian dari kita justru kurang mengenal dengan bahasa sendiri.

Pemilihan kata baku yang tepat, pemakaian huruf kapital atau  penggunaan kata padanan yang benar merupakan beberapa contoh penerapan EYD. Tidak susah sebenarnya, namun terkadang kita menemukan kalimat ''Di larang buang sampah disini'' atau contoh kalimat yang lain.

Berita dari koran beberapa waktu lalu mengungkap tingkat kelulusan untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia cukup rendah bila dibandingkan dengan Bahasa Inggris. Hmmm….

Tahukah kamu? Bahasa Indonesia pernah mengalami perubahan ejaan, yaitu :

Vanopusen

Suwandi

EYD

Soerabaja

Surabaja

Surabaya

Boedjangan

Budjangan

Bujangan

Mentjoetji

Menyuci

Mencuci

Setuju tidak setuju, aturan lalu lintas untuk sepeda motor (R2) soal Light On mulai diberlakukan. Bagi yang melanggar, apapun alasannya termasuk lupa siap-siap Rp.100.000 melayang. Di Samarinda mulai 15 Mei 2011, aturan ini mulai diberlakukan secara resmi untuk pengendara sepeda motor (R2) setelah melalui proses sosialisasi.

light on

Bagi saya, tidak ada masalah karena selama ini justru membantu. Anggapan bola lampu cepat putus secara teori memang benar, namun bukan berarti tak ada solusinya. Toh penggunaannya terbatas untuk di jalan raya, kalau di jalan perumahan atau jalan kampung tak perlu kan? Lagi pula ada trik khusus biar bola lampu tidak cepat putus. Bagaimana? Saya kasih tahu kapan-kapan ya…!!!

 

Maskapai plat merah milik pemerintah RI Garuda Indonesia melakukan penetrasi market dengan menambah beberapa rute baru termasuk rute langsung Balikpapan – Jogja, PP mulai 1 Juni 2011. Rute ini menambah penerbangan rute yang sama dari beberapa maskapai lainnya seperti Lion Air, Batavia, dan Sriwijaya. Tampaknya Garuda Indonesia melihat celah yang ditinggalkan maskapai Mandala Airlines beberapa waktu lalu.

Garuda Indonesia

No.

Flight

Route

ETD

ETA

Flight Series

1

Sriwijaya Air BPN - JOG

08.55

09.40

Boeing

 

 

JOG - BPN

15.05

17.50

737-300

2

Batavia Air BPN - JOG

06.45

07.30

Boeing

 

 

JOG - BPN

17.05

19.50

737-300

3

Lion Air BPN - JOG

06.20/18.50

07.00/19.30

Boeing

 

 

JOG - BPN

07.55/18.45

10.35/21.25

737-900ER

4

Garuda Indonesia BPN - JOG

07.50

08.40

Boeing

 

 

JOG - BPN

09.30

12.20

737-500

Mau liburan ke Jogja?

ETD = Estimate Time of Departure
ETA = Estimate Time of Arrival

 

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home