Jape Methe

Apurie's Blog
Mungkin ini adalah pertanyaan sebagian blogger tanggung seperti saya ini ketika mendapati komentar di kolom Shoutmix tidak tercantum link nama pengunjung (live link). Padahal format penulisan sudah dicoba dengan ‘http://’ dan dikombinasikan dengan ‘www’, namun hasilnya tautan tetap tidak aktif.

Awalnya saya pikir Shoutmix yang sedang mengalami error, namun kok ya lama banget error-nya sampai sekarang. Selidik punya selidik ternyata ada perubahan dari pihak Shoutmix, bahwa untuk memunculkan tautan alamat URL, pengunjung harus log-in ke admin Shoutmix terlebih dahulu. Setelah log-in, isi kolom nama pengunjung dan URL seperti biasa, maka nantinya akan keluar live link-nya.

Nih, hasil uji coba :
- baris warna merah, tanpa log-in hasilnya dead link.
- baris warna hijau, log-in ke Shoutmix via panel di ujung kanan atas hasilnya live link (bergaris bawah)


Ga tau deh apa penyebabnya kita harus log-in ke Shoutmix, barangkali biar traffic-nya naik kali. Kalau sudah begini tentu saja bikin repot pengunjung karena harus login, solusinya ya ganti aja dengan provider yang lain.

(setelah cek sana-sini banyak blogger yang pindah ke Cbox untuk menggantikan Shoutmix yang bermasalah seperti di atas)

Mengimbangi ‘serangan’ dari kompetitornya, mulai Mei ini industri motor nasional akan diramaikan oleh kehadiran motor matic baru dari Yamaha yakni Xeon. Yamaha mengklaim produk ini bukan sekedar ganti baju, bodi baru tapi mesin sama. Dengan mengusung mesin 125cc, Xeon menjadi andalan di kelasnya, mungkin saja disiapkan untuk pengganti Mio.

Beberapa keunggulan Yamaha Xeon antara lain karburatornya yang dilengkapi TPS (Throttle Position Sensor), material piston dari bahan yang lebih kuat, mengadopsi teknologi motor balap DiASil Cylinder yang memiliki daya tahan yang kuat terhadap gesekan, Liquid Cooler, serta disain jok pengendara yang ergonomis.



Dengan kehadiran Xeon – menyusul kehadiran New Jupiter Z – di keluarga Yamaha, tentu diharapkan akan memberikan warna baru industri motor nasional dan memantapkan Yamaha semakin di depan.

Bajuku dulu tak begini, tapi kini tak cukup lagi

Hasil pertarungan di ‘ajang’ Ujian Nasional telah memasuki babak pengumuman. Seperti telah diprediksi sebelumnya tangis dan tawa mewarnai saat-saat pengumuman hasil Ujian Nasional. Dibandingkan dengan UN tahun sebelumnya, hasil ujian tahun ini lebih buruk dari tahun lalu bila dilihat dari prosentase secara umum.

Lihat saja di beberapa daerah, ketidaklulusan siswa masih banyak terjadi. bahkan di daerah Sulawesi sejumlah 4 sekolahan mempunyai prosentase kelulusan sampai dengan 0%, itu artinya tidak ada yang lulus UN.

Ada apa dengan sistem pendidikan Nasional kita? Jangankan siswa yang kurang menonjol, bahkan juara kelas pun divonis tak lulus di Ujian Nasional. Sang juara pun tumbang. Tentu ketidaklulusan ini disebabkan banyak faktor, tak melulu soal sistem, sistem dan sistem.

Saya bersyukur, saat masa saya sekolah dulu tak sebegitu rumit dipusingkan dengan tekanan psikologis.Pun tidak pakai acara ‘membatik’ seragam dan konvoi kendaraan dengan ugal-ugalan.

Selamat buat yang lulus….!!!


 do        re         mi         fa         sol        mi         do
1 . 2 3 4 | 5 . 3 1 . | 6 . i 7 6 | 5 . . 0 |

Kartini identik dengan emansipasi kaum wanita, perjuangannya menginspirasi banyak wanita untuk berjuang demi kehidupan yang lebih baik. Kartini yang hidup di jamannya penuh dengan tekanan sosial di mana kaum wanita identik dengan urusan sumur, dapur dan sumur. Tak boleh lebih.


Tapi itu dulu, andai saja di jaman sekarang banyak kaum wanita yang mempunyai semangat juang seperti Kartini, mungkin saja tak ada wanita-wanita yang menjadi korban KDRT, ataupun yang putus pendidikan.



Kartini jaman sekarang tentu tak bisa dibandingkan dengan Kartini jamannya Kartini. Bila dahulu Kartini berjuang untuk sebuah emansipasi, Kartini jaman sekarang justru kebablasan mengartikan sebuah makna ‘emansipasi wanita’. Kartini sekarang telah modern menjadi Kartini gaul. Kartini sekarang telah update status.


Di era sekarang ini ada aja tingkah laku pengguna teknologi, salah satunya si alay. Meskipun banyak pengertian tentang alay, namun alay di sini adalah istilah untuk penggunaan kalimat menggunakan singkatan, kombinasi huruf kecil, huruf kapital, angka serta simbol. Entah dari mana metode alay ini bermula, yang jelas sudah biasa dipakai di kebanyakan remaja untuk menulis di SMS maupun update status di Facebook, Twetter maupun di situs jejaring sosial lainnya.

Banyak alasan mengapa ‘mereka’ menjadi si alay, mulai dari iseng, ikut-ikutan hingga biar dianggap gaul. Apapun itu penulisan metode alay tetap membingungkan dan merepotkan.

Alay? Lebay…!!!!

4L4y(gambar dari KaltimPost)

Y4n6 in1 j4n64n dibac4, 1n1 cUm4 c0ntoh penulis4n 64y4 4Lay. k4lAu b4c4 5Ms y4n6 b3g1N14n j4d1 pu51n6 b4c4nya, m3nD1ng4n g4 U54h d1bac4. d0N't try th15 At h0M3

Next PostNewer Posts Previous PostOlder Posts Home