Salah satu fasilitas yang diberikan jejaring sosial terpopuler saat ini, Facebook adalah pamer foto. Foto pribadi, foto tamasya, foto pemandangan atau foto apapun. Namun untuk kenyamanan bersama mengunggah foto juga perlu etika.
- Setor Foto
Sebelum memutuskan untuk mengunggah foto, sadarlah bahwa foto yang sudah diunggah akan tersimpan di server. Sekalipun nantinya foto-foto tersebut dihapus dari album Facebook, foto-foto tersebut sejatinya masih ada. - Kredibilitas
Pikirkan kredibilitas kamu ketika mengunggah foto-foto sensitif seperti foto saat dugem, foto bersama gadis-gadis cantik nan seksi atau foto memegang rokok, botol minuman keras atau sejenisnya walaupun hanya sebagai aksi iseng. Terlebih bila yang di foto itu ada beberapa teman yang mungkin belum tentu setuju fotonya diunggah ke publik. - Watermark
Berkenaan dengan hak cipta, tak ada salahnya membubuhkan nama untuk menghindari pemakaian foto tanpa ijin. Letakkan watermark di tempat strategis tanpa mengganggu pemandangan misalnya di tengah foto atau ditambah dengan efek transparansi. - Ukuran
Perkecil ukuran foto baik dimensinya maupun resolusinya. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dan mempercepat menggunggah/melihat foto ketika memiliki koneksi yang pas-pasan. Toh yang diunggah adalah foto biasa yang tidak mementingkan detail foto, terkecuali untuk foto produk, foto contoh, portofolio atau foto yang berhubungan dengan klien. - Menandai
Jangan sembarangan menandai foto (tag) bersama teman karena belum tentu mereka merasa nyaman terlebih untuk foto-foto yang berhubungan dengan kredibilitas seperti dijelaskan di atas. Pilih teman yang memang benar-benar dikenal dan cantumkan pula tulisan “Feel free to remove photo tag” atau semacamnya.
Liburan sudah tiba, saatnya melepas beban pikiran dan berkumpul bersama teman dan keluarga dalam sebuah liburan yang menyenangkan. Bingung mau liburan ke mana? Mungkin yang berikut ini bisa menjadi inspirasi liburan :
1. Wisata Alam
Udara yang dingin memang cocok untuk menyegarkan pikiran. Tempat wisata di dataran tinggi pas buat liburan keluarga, lupakan Puncak Bogor yang biasanya macet dan jelajahi alam Indonesia di Gunung Bromo, Jawa Timur, Wisata Merapi, Jogja atau Grojogan Sewu di Tawangmangu, Jawa Tengah. Menikmati malam pergantian tahun baru di pantai juga menarik. Dimulai dari menikmati pesona matahari terbenam hingga menikmati jagung bakar dan wedhang ronde seperti di Pantai Parangtritis , Jogja.
2. Wisata Sejarah dan Budaya
Tak ada salahnya sesekali berkunjung ke museum sekedar flashback sejarah perkembangan kehidupan masa lalu. Selain untuk menambah wawasan kita, bagus juga untuk menanamkan rasa memiliki untuk anak-anak. Bila sedang berlibur di Jogja, wisata museum bisa disatukan dengan wisata kraton dan wisata candi.
3. Wisata Hiburan dan Pendidikan
Untuk anak-anak yang satu ini pas banget, belajar sambil bermain. PP IPTEK Taman Mini di Jakarta, Taman Pintar di Jogja atau bila berkunjung ke Kuala Lumpur bisa mampir di Petrosains, di area Suria KLCC (Menara Kembar Petronas)
4. Taman Hiburan
Bagi yang suka one stop entertainment, taman hiburan seperti Dufan bisa menjadi tempat yang pas. Di satu area kita bisa menikmati berbagai wahana menarik dan menantang. Tentu saja biaya masuknya juga tidak murah. Tempat serupa lainnya adalah Kampung Gajah di Bandung, Trans Studio Bandung, Trans Studio Makassar atau Genting Highland di Malaysia.
Selamat berlibur..!!
Banyak hal-hal yang harus dipersiapkan ketika kita akan melakukan perjalanan ke luar negeri. Untuk menjaga kenyamanan selama berada di negeri orang jangan lupa dengan barang-barang yang sepertinya sepele tapi bisa berpengaruh besar.
1. Charger, di era digital seperti sekarang ini gadget menepel bak perangko. Jangan lupa bawa charger untuk gadget/kamera sesuai dengan voltase negara tujuan. Jenis charger untuk gadget terkini biasanya compatible untuk tegangan rendah (misal Jepang 110 V). Bila perlu sertakan juga adapter stop kontak (biasanya berkaki tiga)
2. Obat Pribadi, mencakup obat-obatan khusus (resep dokter) dan obat-obatan umum untuk keadaan darurat seperti obat pereda sakit kepala, pereda maag atau obat mencret. Jangan disepelekan karena di luar negeri belum tentu dengan mudah menemukan obat-obatan seperti itu apalagi bila kita tidak menguasai bahasa negara tujuan seperti pengalaman saya beberapa waktu lalu. Kemasan obat jangan dibuang, ntar dikira pil koplo :)
3. Buku Pedoman, bisa berupa pedoman wisata, peta wisata maupun buku percakapan bahasa asing. Saya cukup terbantukan dengan buku yang saya bawa ketika sopir taksi tidak mengenal tempat wisata Grand Palace dan lebih mengenal nama Wat Phra Kaew seperti yang ada di buku.
Biasanya peta wisata dan peta jalur transportasi tersedia cuma-cuma di bandara kedatangan.
4. Pulpen beserta buku catatan untuk mencatat hal penting. Dengan berbekal pulpen kita tak perlu repot mencari pinjaman ketika melengkapi berkas keimigrasian di loket imigrasi atau di dalam pesawat. Buku catatan dapat digunakan untuk mencatat hal penting atau untuk mencatat jumlah pengeluaran per hari seperti yg dilakukan kebanyakan backpacker.
5. Dokumen salinan, seperti fotokopi KTP dan/atau fotokopi paspor. Bila melakukan perjalanan darat lintas negara terkadang diperlukan pula pas foto untuk dokumen keimigrasian.
6. Tas pinggang atau sejenisnya yang bisa memuat beberapa barang yang disebutkan sebelumnya agar mudah mengambil dan menyimpan tanpa harus repot membuka tas ransel untuk barang-barang seperti paspor, peta, tiket dan boarding pass hingga mata uang asing dalam bentuk recehan. Bila Anda menggunakan jaket dengan jumlah saku yang mencukupi, pilihan tas bisa diabaikan.
Happy traveling
| this is my december and i give it all away (My December – Linkin Park) |
This is my December when she came in our life. Cute baby. This is my December when we celebrate our wedd-versary. Happy December

