23 September 2014

Butuh Waktu untuk Move On

Masa-masa moving on adalah masa yang bikin galau. Kecewa, resah, rentan, nangis di pojokan, mandi di bawah shower lamaaa banget (eh ga segitunya juga kok).

move-onKarena galau itu adalah proses menuju move on maka ya dinikmati aja masa-masa itu asalkan jangan tenggelam dalam lautan luka dalam, aku tersesat tak tahu arah jalan pulang... *halah

Move on itu bukan soal melupakan, tapi lebih kepada sikap menerima dan bersahabat dengan kenyataan saat ini. Pada akhirnya ketika sudah bisa move on, kamu akan menertawakan diri sebegitu bodohnya saat galau di masa lalu.



Pendukung Reds Devil saat ini boleh galau, resah, atau kecewa melihat tim kesayanangnya jauh dari harapan. Di ranah sosial media harus berjiwa besar menjadi korban risak (baru nemu kata ‘risak’ sebagai padanan kata untuk bully).

Selepas mundurnya sang Legenda Sir Alex Ferguson, Manchester Merah bak kehilangan kegarangannya. David Moyes sang pengganti kursi pelatih pun tak mampu memikul nama besar Manchester United. Era Moyes United tinggal sebuah catatan sejarah yang kelam dan harus berakhir bahkan sebelum kompetisi usai. Manchester United tertalu besar untuk David Moyes.

Kini ada nama David van Gaal yang menjadi harapan ManU untuk mengembalikan nama besar Manchester United. Pelatih yang sukses membawa timnas Belanda finish di peringkat ketiga Piala Dunia 2014 di Brasil lalu memiliki tugas tak mudah, membawa ManU kembali ke jalur juara.

5-3

Namun jalan van Gaal tidaklah mulus, dalam 5 pertandingan pertama musim ini, ManU hanya sanggup meraup 5 poin. Sebuah catatan yang tak lebih baik pada masa David Moyes yang dalam 5 pertandingan pertamanya kala itu meraup 7 poin.
5 pertandingan, 2 di antaranya tumbang oleh tim sekelas Swansea dan Leicester City.
Yang terbaru adalah kekalahan di kandang Leicester City dengan skor 5-3! Sempat unggul di babak pertama pada akhirnya harus pulang dengan kepala tertunduk oleh tim promosi. Sakit!

Apa yang terjadi dengan tim peraih 19 trofi Premiere League yang keok oleh tim promosi? Sejak era Fergie pun, tak jarang tim-tim yang seharusnya mudah ditaklukkan justru menjadi batu sandungan meraup poin penuh. Di era van Gaal, kutukan tim bawah masih berlanjut.

Ada yang bilang ManU sedang galau, sedang berusaha menuju move on dari nama besar Sir Alex Ferguson. Kalau pun iya sepertinya butuh waktu bagi van Gaal untuk memuktikan kapasitasnya di negeri Ratu Elizabeth mengantar The Red Devils untuk segera  move on dan kembali menjadi tim pesaing juara.

Sembari menunggu Setan Merah yang mencoba move on, pendukungnya tetap harus bersabar ketika pendukung tim lain merisak tatkala melihat tim ini terseok di Premiere League.

(Mungkin pendukung Setan Merah harus belajar dari pendukung Liverpool saat terlempar dari Big Four beberapa musim lalu, atau belajar dari pendukung Arsenal yang menjadi korban PHP musim lalu. Ya, begini rasanya dirisak)

2 comments:

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..