05 February 2008

Perang Tarif

Silakan perhatikan akhir-akhir ini berkaitan denga perang tarif antar operator seluler yang kian menggila berebut ‘kue’ pangsa pasar, berebut mencari perhatian agar sang konsumen ‘selingkuh’ ato minimal ‘TTM’.

Gak tau sapa yang mulai yang jelas semakin keliatan perang tarif tersebut hingga dalam iklannya terang-terangan ‘menyerang’ produk kompetitor.

Banyak produk kartu seluler di negeri ini tapi kita contohkan si tiga besar antara Telkomsel, Mentari dan XL Bebas.

Lihat saja :

  1. Saat si kuning mengeluarkan program Mentari Hebat Berlima, si orange merespon dengan iklannya yang tidak mengabsen sang siswa yang termasuk si ‘ketentuan berlaku’, ‘sesama operator’ dan ‘telpon tengah malam’.

  1. Si orange kemudian mengeluarkan produk Rp. 10/detik yang kemudian dilanjutkan dengan program Rp. 1/detik. Tak hanya programnya yang berani, iklannya pun bisa dibilang berani. Tak ayal iklan yang menampilkan sosok cewek yang ‘menggoda’ dengan tulisan Rp. 1/detik itu menuai kritik di kalangan kaum perempuan karena dianggap merendahkan ‘harga’ diri perempuan.


  1. Si kuning membalas dengan program Rp. 0/detik dengan iklannya di meja pelelangan. Tidak 25, 10 atau 1 tapi si Dian Sastro yang memberikan tawaran Rp.0,-

  1. Si orange membalas dengan iklannya yang menyajikan perhitungan tarif dalam tabel perbandingan tarif percakapan. Sekali lagi, dengan terang-terangan ‘menyerang’ si kuning dengan deskripsi iklannya yang bernada mengejek .

  1. Meskipun berada jauh di atas si kuning dan si orange, si merah tak mau ketinggalan berebut ‘kue’ dengan peluncuran simPATI PeDe tarif Rp.0,5/detik ke sesama Telkomsel.

  1. Si orange tak mau kalah, mengeluarkan program Tarif Termurah Rp.0,1/detik ke sesama XL dan lintas operator. Kali ini dalam iklan media cetaknya lebih ‘sopan’ dengan menampilkan cewek yang sama di sebelah tulisan Rp. 0,1/detik.

  1. Si kuning kemudian memberikan gratis 1 menit pertama.

  1. Si merah menjawab “Tak perlu dibandingkan!!.”

Dan perang masih berlanjut!!. Entah akan ada program yang seperti apalagi, tentu saja dalam hal ini konsumen merasa dimanjakan dengan segala program tarif murah. Tapi alangkah lebih bijaksana bila kita sebagai konsumen tak menelan mentah-mentah program-program tersebut yang ujung-ujungnya malah membuat konsumen tertipu.

Sebaiknya kita sebagai konsumen mempelajari syarat-syarat dan ketentuan masing-masing program, karena tidak jarang dalam iklan cetak di bagian bawah – dengan tulisan kecil tentunya – tertulis terms and condition apply.


2 comments:

  1. kalo dah ngomongin warna jadi ingat pelangi..,mau nyanyi ah.

    pelangi pelangi alangkah indahmu
    merah kuning hijau dilangit yang biru
    pelukismu agung siapa gerangan
    pelangi pelangi ciptaan tuhan.
    Gak nyambung ya!gubrak............

    ReplyDelete
  2. Biarkan mereka yang perang harga, kita yang ambil manfaatnya hi..hi..hi...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..