02 July 2007

Tribute to friends

teman; kb :

kawan, sahabat, seseorang yang bersama-sama ada; menyertai.


Teman dapat pula diartikan orang lain selain anggota keluarga, seseorang yang kita kenal begitu pula sebaliknya, baik secara mendalam maupun sebatas saling kenal. Ada yang mengartikannya hanya sebagai teman biasa dan tak sedikit yang mengenal lebih jauh secara mendalam yang pada akhirnya bisa disebut sebagai sahabat.


Sebagai makhluk sosial tentu tak bisa lepas dari yang namanya teman. Seiring dengan perjalanan hidup kita, semakin bertambah nama-nama teman yang mengisi lembar catatan kehidupan kita. Bagi saya ada kalanya teman sebagai pelipur lara, tempat berbagi, bahkan dalam kasus tertentu bisa disebut sebagai keluarga yang terdekat. Tidak jarang saya mengartikan kehadiran seorang teman adalah sebagai tempat pembelajaran hidup, tak sedikit ‘ilmu hidup’ yang bisa saya dapatkan dari sebuah hubungan pertemanan.



Saat ku jauh berada di ratusan bahkan ribuan kilometer dari keluarga dan sanak saudara, teman adalah keluarga yang terdekat. Ada yang bisa membuat tertawa ada pula yang malah membuat kita terpuruk. Setidaknya itulah pengalaman terburuk (atau bahkan yang terindah) yang pernah kualami saat-saat terpuruk oleh karena seorang teman. Saya anggap itu semua adalah proses kehidupan, proses pembelajaran yang sangat berharga nilainya.



Seorang teman pernah menyampaikan ketidaknyamanannya karena sikap beberapa temannya yang berubah dan terasa menjauh. Bila kehadiran teman sebagai keluarga yang terdekat, tentu hal seperti ini terasa sangat mengganggu. Dalam hal yang seperti ini diperlukan feeling untuk mendeteksi perubahan-perubahan sikap kita terhadap orang di sekeliling. Ibarat sebuah bangunan, bila ingin melihat indah tidaknya bangunan tersebut alangkah baiknya bila melihat dari sisi luar.

Saya pernah membaca sebuah artikel yang saya lupa mencatat nama penulis serta alamat URL-nya, beliau mengumpamakan hal di atas seperti orang memancing ikan. "Bila ingin mendapatkan ikan, jangan beri umpan dengan roti atau keju kesukaan kita, tapi beri dia umpan cacing kesukaannya".
Secara pribadi saya mengartikannya bila ingin melihat perilaku kita lihatlah dari sisi kacamata orang lain, bukan dari kacamata sendiri yang terkadang tidak peka atas kekurangan-kekurangan diri.

Ketidaksempurnaan sebagai fitrah seorang manusia menuntunku untuk selalu belajar dari orang lain, tak terkecuali dari ketidaknyamanan temenku di atas yang seolah membuka mindset-ku tentang peranan seorang teman.


Sebuah motivasi yang terekam jelas di ingatanku "Belajarlah dari kesalahan orang lain, karena kita tidak pernah mempunyai waktu untuk melakukan kesalahan-kesalahan itu sendiri".

Cedak kebo gupak

Saat jalan2 ke Mall Bekasi Trade Center, saya melihat sebuah spanduk yang isinya masih saya simpan dalam memori SMS, kurang lebih berbunyi :


" Akan menjadi apa Anda dalam lima tahun mendatang tergantung pada 3 hal
:
1.Buku yang Anda baca; 2. Orang yang Anda temui; dan 3. Pilihan yang Anda
buat."


Dalam hal poin nomor dua, saya sangat setuju bahwa orang-orang di sekitar kita baik secara langsung maupun tidak, dapat mempengaruhi karakter dan kedewasaan seseorang. Dalam bahasa Jawa terdapat peribahasa "cedak kebo gupak" yang artinya kurang lebih seperti di atas. Ibaratkan bila di sekitar kita adalah orang-orang yang semangat dan penuh motivasi tentu kita berharap mendapat sifat yang tak jauh beda, sebaliknya bila kita bergaul dengan teman yang akrab dengan dunia hitam misalnya, maka siap-siap aja mengikuti jejaknya.


Finally, bila kita mau belajar dari orang lain dan saling melengkapi saya percaya hidup itu akan lebih bermakna. Rasa terima kasihku yang begitu besar kepada teman-teman yang telah bersedia jadi korban ‘pencurian’ ilmu hidup (masih bayak ‘harta’ yang belum sempat kucuri).:D…. Batam, Bekasi, Jakarta, Jogja, Solo, Malang, Samarinda, Jepang, dan Malaysia - tempat mereka melanjutkan hidup dan harapan (and life must go on), percayalah bukan sebuah ketidakinginan untuk menyebutkan nama kalian, melainkan sebuah keterbatasan ruang yang tak (pernah) mencukupi untuk menuliskan rasa terima kasihku, serta permohonan maaf atas segala ketidaksempurnaanku. May all happiness always be around u..
(Special thanks to my friend who gave me an inspiration to write down this article. GBU)

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..