04 September 2012

Ciyus? Miapah?

Bahasa sebagai alat komunikasi telah mengalami perkembangan dari generasi ke generasi mengikuti perubahan zaman seiring dengan berkembangnya teknologi komunikasi sebagai pembawa perubahan itu sendiri.

ciyus-miapahBahasa itu dinamis, mengikuti sifat manusia yang selalu senang akan sesuatu yang baru. Tidak jarang unsur-unsur suatu bahasa mengalami perubahan. Bahasa Indonesia sendiri sudah mengalami tiga kali perubahan dalam hal ejaannya.

Selain dinamis, sifat bahasa yaitu variatif dan arbitrer. Variatif karena bahasa itu milik manusia sehingga bahasa mengikuti apa yang diinginkan manusia, sedangkan arbitrer bermakna sewenang-wenang atau mana suka.


Fungsi utama bahasa adalah sebagai alat komunikasi yang bisa digunakan untuk mengungkapkan diri, berhubungan atau bergaul dengan orang lain. Dalam hal ini bahasa digunakan sebagai fungsi sosial untuk berhubungan dengan sebuah kelompok atau komunitasnya. Maka tak heran bila dahulu kita pernah tahu ada bahasa gaul yang dikamuskan seperti istilah ember, sutralah, akika, begindang dan lainnya.

Bahasa gaul sebenarnya sudah ada sejak generasi babe gue yang mengenal istlah ogut, bokap, nyokap, cipkan, pembokat dan lainnya. Kemudian melompat ke generasi lainnya kita mengenal istilah lebay, unyu-unyu hingga kemseupay.

Pada zaman serba digital ini kita akan semakin akrab dengan pemerkosaan kata dan bahasa di generasi selanjutnya. Sah saja karena ini dunia mereka, asalkan mereka dapat membawa diri dengan menyadari bahwa bahasa-bahasa seperti itu hanya berlaku di ‘kawasan’ tertentu.

Hal yang terpenting adalah mereka jangan sampai melupakan bahasa bangsa sendiri, bahasa Indonesia. Bahasa resmi nasional, bukan bahasa unyu-unyu. Cungguh..ciyus! Miapah?

21 comments:

  1. suka dengan istilah "Pemerkosaan Kata" Sungguh menikam bila mengerti arti dalam bahasa :o
    *give a plaush*xD

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  3. haha, gimana pula dengan bahasa Alay..

    ReplyDelete
    Replies
    1. salah satu cabang ilmu bahasa gaul. hehehe...

      Delete
  4. tapi pemerkosaan kata itu sekarang banyak terjadi di lembaga-lembaga resmi, bahkan di instansi pemerintahan,,,apakah hasil pemerkosaan ternyata telah melahirkan generasi bahasa baru, sehinga tidak melihat pada tempatnya mereka berada :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. nah ini yang bikin prihatin. Sebagai lembaga resmi justru bisa memberikan contoh penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Kepedulian terhadap bahasa sendiri memang mulai berkurang...

      Delete
  5. sepertinya perubahan bahasa Indonesia lebih cepat daripada bahasa Inggris ya. Sekarang ini banyak istilah-istilah baru yang sering dipakai dalam keseharian ...

    ReplyDelete
  6. Seperti halnya kini orang2 tak ber-semangat lagi... Namun mereka ber-cemungudh... :D
    Syukurlah di sekolah masih ada pelajaran Bahasa Indonesia, jadi masih ada wadah untuk berbahasa Indonesia dengan baik dan benar.

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga gurunya juga tetap semangat, bukan cemungguddh eeaaaa..

      Delete
  7. maacih buat postingn menarik ini...

    ReplyDelete
  8. bahasa indonesia dari awal emang beragam... termasuk bahasa baru yang memang sengaja di publikasikan

    ReplyDelete
    Replies
    1. asal tidak merusak tatanan bahasa yg sudah ada...

      Delete
  9. teyus...bijimana..om... panyu pucing..nih... he.he.he.. hire..dab..nyasaye..suwe..panyu..poya dolan rene..je..

    ReplyDelete
  10. Bahasa boleh bermetamorfosis, asal bahasa yang lama masih ada penuturnya. Contoh, NatGeo Indonesia sering menggunakan bahasa-bahasa sastra lama untuk melestarikannya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. yang penting bahasa yang benar masih terjaga...

      Delete
  11. 'Miapah' apaan gitu?
    Ada temen komen pakai kata yg aku ga paham *gakgaul-ngetuiuit*

    Saking engga konsistennya bahasa pergaulan Indonesia, ga heran mungkin bahasa ini gak bisa jadi bahasa Internasional~ *padahal ngarepin :))

    salam kenal, mas~

    ReplyDelete
    Replies
    1. Miapah itu 'demi apa'
      kalo ngarep bahasa Indonesia jadi bahasa Internasional kayanya masih jauh dari harapan. Soalnya sebagian dari kita kurang menyadari tentang peran bahasa Indonesia, kurang bangga berbahasa Indonesia..

      Delete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..