20 November 2013

Di Balik Antrean Roti Durian Panglima

Roti Durian Panglima, camilan roti dengan selai durian ini kini menjadi produk yang lagi ngetren di Samarinda. Dengan tagline Lembut Rotinya Nendang Duriannya roti ini memang mengena di lidah. Tekstur rotinya yang lembut menjadi kunci daya tarik produk ini.


Bagaimana dengan duriannya? Saya bukan penggemar durian jadi tidak bisa berkomentar banyak, tetapi yang saya tahu selai duriannya memang durian asli. Itulah mengapa Roti Durian Panglima hanya bertahan satu hari pada suhu kamar.


Roti Durian Panglima
(sumber : @eastkalimantan)
Antre Demi Roti Durian
Bagaimana produk ini bisa menjadi primadona? Menurut saya ada beberapa faktor pendukung, di antaranya :

Pioneer, di Kalimantan Timur khususnya belum ada yang pernah menciptakan produk serupa sehingga merupakan pemain pertama di bidangnya. #CMIIW

Needs and demand, sifat sebagian besar penduduk Samarinda yang konsumtif dan suka dengan hal yang baru -menurut saya- memicu tingginya permintaan produk ini baik untuk konsumsi sendiri  maupun untuk dijual kembali. Hal yang sama yang pernah terjadi dengan Cake Batubara pada awal kemunculannya.

Antrean Roti Durian Panglima

Terbatas
, dengan produksi yang terbatas (entah karena membatasi atau kapasitas produksi yang tidak mencukupi) membuat permintaan masih cukup tinggi. Hal ini diperkuat dengan ketiadaan reseller resmi dan memilih direct selling ke pelanggan.


Satu-satunya selling point hanya ada di East Kalimantan Center sebagai jembatan distribusi produk ke konsumen. Cara ini cukup efektif dan bersifat saling menguntungkan karena toko East Kalimantan Center merupakan toko oleh-oleh khas Kalimantan Timur dengan konsep One Stop Shopping. Dari sisi East Kalimantan Center sendiri cukup aktif mempromosikan produk-produknya di media sosial twitter, bisa jadi viral marketing akan bermula dari sini.


Dari sini pula Roti Durian Panglima mendapatkan brand awareness melalui twitter. Namun sayang, jika saya amati akun @rotiduriangpang5 kurang begitu aktif, hanya terlihat 'hidup' pada jam-jam penjualan untuk merespon mention yang masuk.


Eksklusifitas, dengan keterbatasan tersebut di atas produk ini seolah-olah menjadi produk eksklusif dan limited edition. Untuk mendapatkan produk ini, pelanggan harus antre dengan pembelian dibatasi maksimal 2 kotak per orang. Pemesanan langsung ke produsen pun tak mudah karena harus masuk dalam daftar antrian hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu jika permintaan cukup tinggi.

Roti Durian Panglima ini hanya dijual di Samarinda, artinya jika ada yang menjual produk ini di luar Samarinda saya yakin itu adalah reseller. Hal ini mengingatkan saya dengan produk kaus Dagadu Jogja yang hanya dijual di outlet-outlet resmi di kota Jogja.

Pricing, harganyapun cukup terjangkau dan kompetitif dengan harga Rp20.000 untuk original dan Rp25.000 untuk topping keju. Tak heran, dengan harga seperti ini reseller biasanya mengambil margin keuntungan mulai Rp5.000 hingga Rp15.000 per kotak!


Roti Durian Panglima
(sumber : @eastkalimantan)

Saya kurang paham dengan teori marketing, tapi setidaknya kita bisa sama-sama mengamati bahwa ada teknik jualan yang bukan itu-itu saja. Menarik.

11 comments:

  1. kaya nya asyik ya sob . . .

    salam kenall , , ,
    mampir di blog ane juga ya sob . . ./

    ReplyDelete
  2. Beberapa hari yang lalu sempat ngelihat antriannya yang panjang itu.. Saya kira ada org kecelakaan, ternyata antri roti durian...

    ReplyDelete
    Replies
    1. antriannya aja bikin orang penasaran.. :)

      Delete
  3. uma ai nyamanya..... di samarinda lagi musim roti isi durian kah..wah bisa jadi bisnis baru, di banjar belum ada..

    itu produksi rumahan apa udah jadi pabrik,..kalo pabrik, mungkin bisa jadi reseller, lalu jual dibanjar.tapi sayang kada tahan beberapa hari lo..

    ReplyDelete
  4. Roti Duriang Panglima ready setiap Senin - Sabtu mula jam 4 sore di Pusat Oleh-oleh Khas Kalimantan Tmur, East Kalimantan Center

    ReplyDelete
  5. Sistem penjualan seperti Pia Lenggong Bali dengan membatasin produk sehingga tidak cepat bosan dan membuat orang penasaran

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..