29 July 2014

Snorkeling di Beras Basah, Memesona!

Terbesit sebuah pertanyaan sederhana tentang nama pulau ini, mengapa dinamakan Beras Basah? Apakah pasirnya sebesar biji beras? Tidak! Apakah pasirnya putih seputih beras? Tidak juga! Ah, mungkin persepsi kita tentang putih berbeda! 

open water

Tentang asal muasal nama pulau Beras Basah, konon ceritanya, ada pedagang beras yang berlayar membawa beras dalam kapalnya yang kemudian terdampar dan karam di pulau ini karena ombak ganas. Sebagian besar beras yang dibawanyapun tumpah dan basah terkena air laut, sejak saat itu pulau ini dinamakan pulau Beras Basah. Katanya!

Pulau Beras Basah tak hanya menawarkan daratan dan pesona pantai yang bisa dinikmati bersama keluarga atau teman-teman. Cobalah berenang open water dan kamu akan menemukan keindahan yang luar biasa. Sekali lagi, persepi luar biasa bisa saja berbeda.

Beras Basah Map View
Berangkat dari pelabuhan Tanjung Laut (hijau) ke pulau Beras Basah (merah)
dapat ditempuh sekitar 30-45 menit.
Beras Basah Map
Citra Google Maps pulau Beras Basah
Setelah basah-basahan di pulau Beras Basah, pada hari kedua rombongan bergegas berkemas  saat jemputan kapal tiba di dermaga sekitar pukul 8 pagi. Di pulau ini kami sekadar numpang tidur agar bisa lebih pagi mengeksplorasi keindahan sekitar Beras Basah.
Hanya hitungan menit setelah kapal meninggalkan dermaga, motoris menghentikan laju kapalnya. Ternyata di sinilah titik snorkeling dan diving pilihan para diver senior :) 

Coral
Tahan ga nyebur ngeliat beginian?

Di sinilah saya menemukan sebuah keindahan yang luar biasa. Untuk persepsi saya tentang 'luar biasa' hanya bisa tergambar melalui ekspresi semringah dan acungan dua jempol. Jempol tangan!
Bagaimana tidak, pemandangan yang biasa dilihat melalui video atau foto kini ada di depan mata. Unbelievable moment-nya adalah saat menemukan ikan-ikan kecil mengelilingi terumbu dan ternyata mereka adalah clown fish atau anemonefish, saya sebut mereka dengan Nemo, karakter dalam film animasi Finding Nemo. 

Clownfish
the Nemo
Snorkeling dan diving ini merupakan pengalaman pertama saya. Pesona bawah air di sekitar pulau Beras basah menggodaku untuk segera terjun ke laut berulang kali. Keterpesonaan dan excitement-ku menutupi rasa canggung saat mengenakan fins pinjaman dan apalagi saat menggunakan snorkel yang lagi-lagi pinjaman. Bagaimana caranya bernapas melalui mulut? pertanyaan itu terjawab dalam 5 menit pertama setelah berkali-kali trial and error.

Ingin rasanya snorkeling lebih jauh dan menyelam lebih dalam tapi sebuah bisikan berujar, "Sabar, tahan. Practice makes perfect".
Dengan kedalaman 4-6 meter tentu bukan hal yang mudah bagi pemula untuk berada lebih dekat dengan biota laut yang memesona. Tali jangkar kapal motor membantuku untuk bisa berada lebih dekat dengannya.
Bintang Laut
Si bintang biru
Terumbu Karang
Warna-warni pesona bawah air.
Gelembung abadi ada di sini
Salah satu spot menarik di kawasan ini adalah adanya gelembung abadi (geladi) yang muncul dari dasar laut. Dengan tingkat visibilitas yang cukup, gelembung-gelembung ini terlihat saat berlomba muncul ke permukaan.

Gelembung Abadi
area gelembung abadi
Dari mana munculnya gelembung-gelembung ini? Dengan adanya oil rig dan tanker LNG PT Badak NGL bisa disimpulkan gelembung abadi ini merupakan gas alam yang mencari jalan pintas keluar dari tekanan hidup :)
Gelembung-gelembung ini mengingatkan saya pada gelembung geo-thermal dalam film Dante’s Peak :)

Puas menyelami pemandangan bawah air, tak kuasa tubuh ini untuk segera naik ke kapal sekadar merebahkan tubuh yang lelah. Kalau lelah mending jangan dipaksakan. Serius!
Sangking lelahnya, saya sempat tertidur (lebih tepatnya sengaja tidur) di atas kapal yang terombang-ambing ombak laut. Beberapa kawan yang secara fisik dan psikis sudah menyatu dengan laut tampak asik dipeluk hangatnya sambutan alam selama berjam-jam. Kencangnya angin laut, sesekali badan ini menghindar dari angin laut yang sembribit dengan menceburkan diri. Byuurr…ternyata di dalam air lebih hangat daripada di atas kapal. 

Puas? Puas!
Namun cerita belum usai saat kapal hendak bergegas kembali ke dermaga pelabuhan Tanjung Laut. Motoris tak mampu menghidupkan motor kapal gara-gara aki soak setelah bekerja keras menyuguhkan lagu-lagu di atas kapal. On-board entertainment yang gagal :). Ujung-ujungnya, seisi kapal harus menunggu kiriman aki cadangan dari darat dan terombang-ambing ombak dalam makna yang sebenarnya. Jackpot!

Satu jam berlalu dan paket penyelamat dari darat datang yang membuat kami bisa pulang. Cerita dari laut sudah usai, menciptakan kenangan manis untuk dibawa dengan melalui jalan berlubang selama 3 jam perjalanan dengan motor ke Samarinda. Asik. *menghibur diri 

Underwater photos credit to Frisca (bonus hyperlink) :)

Do’s and Don’ts
  • Yang gak bisa berenang, gunakan pelampung yang biasanya disediakan di kapal. Rugi jauh-jauh ke sini ga nyemplung laut.
  • Bawa kamera underwater. Tidak punya tidak berarti tidak bisa (baca:pinjam). Kalau udah punya kamera saku, tinggal pakai pouch waterproof/underwater.
  • Batasi diri, kalau gak mampu ya jangan dipaksa. Jangan melawan alam, bersandinglah dengannya. *tsah
  • Keep in touch dengan rombongan. Jangan sendirian apalagi memisah dari grup. Pernah nonton film Open Water?
  • Bagi yang bermasalah dengan sinar matahari, siapkan sunblock.
  • Usai traveling, bagikan ceritamu. Pesona bawah airnya terlalu indah untuk disimpan sendiri. Indonesia keren banget!

15 comments:

  1. Pemandangan yang menakjubkan. Selamat hari Lebaran, ya, Mas.

    ReplyDelete
    Replies
    1. met lebaran juga, maaf lahir batin...

      Delete
  2. Diriku baru tau, ternyata ada tempat yg keren banget di beras basah ya ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. ga perlu jauh2...sementara yang deket2 aja dulu.. :)

      Delete
  3. Endingnya menyenangkan: Indonesia keren banget!

    Setelah ke karimun kemairn itu, diriku gak punya cita2 ke luar negeri sebelum menjelajahi negeri sendiri yg sedemikian indahnya ini..

    Wah dirimu enak ya bisa renang. jadi bisa nyelem ke dalam. kalau aku ya bablas hahahah..

    ReplyDelete
  4. Kalau ke sana lagi ajak-ajak nah...

    ReplyDelete
    Replies
    1. hari Minggu ini, seru-seruan 17an di Beras Basah

      Delete
    2. waduh... telat aku balik ke blog ini

      Delete
  5. Replies
    1. pas di spot buat berfoto visibilitasnya kurang bagus.

      Delete
  6. Pemandangan bawah laut emang menajubkan....sayang saya tidak sanggup diving

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..