16 September 2007

Puasa dan Gempa

Apa hubungan puasa dan gempa?


Puasa adalah satu bulan di antara dua belas bulan yang seyogyanya sebagai bulan penuh rahmat bulan pengujian. Sedangkan gempa adalah sebuah aktifitas alam setelah sekian lama alam 'berpuasa'. Gerakan lempeng bumi yang setiap hari bergerak telah mencapai titik konsentrasi yang pada akhirnya mengakibatkan pelepasan energi bumi berupa gempa.

Entah sebuah kebetulan atau memang sudah saatnya siklus gempa terjadi, gempa kali ini terjadi sehari sebelum umat muslim melaksanakan ibadah ramadhan. Apakah yang Kuasa ingin benar-benar menguji umatNya di bulan ujian?

Gempa Bengkulu kali ini mengingatkanku pada gempa 5,9 Jogja setahun yang lalu. Memang peristiwa itu tak bertepatan bulan puasa tetapi beberapa bulan kemudian para pengungsi terpaksa melaksanakan bulan puasa di bawah tenda-tenda darurat.


By the way kondisi geografis Indonesia yang berada di daerah ring of fire hendaknya membuat pemerintah lebih waspada akan datangnya gempa. Belajar dari pengalaman negeri Jepang yang hampir tiap hari digoyang gempa meski dalam skala kecil, alangkah bijaknya jika pemerintah memberikan edukasi tentang gempa kepada masyarakat dan yang terpenting adalah simulasi evakuasi gempa. Selain itu prosedur mendapatkan IMB pun harus ditaati untuk mendapatkan konstruksi bangunan yang memberikan kenyamanan dan keamanan bila diguncang gempa dalam skala tertentu.


Gempa memang selalu datang tiba-tiba, tapi setidaknya pemerintah menciptakan manajemen bencana yang lebih baik sehingga saat terjadi bencana sistem koordinasi evakuasi dapat berjalan cepat dan penyaluran bantuan tak terlambat sampai ke tangan korban bencana meski lokasi bencana jauh dari pusat pemerintahan di Jakarta.

No comments:

Post a Comment

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..