30 May 2012

Demi Sebatang Rokok




Suatu waktu,
"Mas, rokok?" sambil menyodorkan sebungkus rokok yang telah dibuka
"Engga, terima kasih"
"Mau ke mana mas?"
"Ke terminal.."
(dan obrolan pun berlanjut..)


Lain waktu,
"Mas, bisa pinjam koreknya?"
"Oh..ga merokok mas"
(dan obrolan pun terhenti)

Suatu hari,
"Nih buat kamu", sambil menyodorkan beberapa lembar uang.
"Apaan nih?"
"Buat beli rokok!"
"Oh.., makasih ya"
(tidak menolak meski bukan untuk beli rokok)

Di sore hari,
"Nak, berheti dulu main bolanya"
"Kenapa, Pak?"
"Beliin Bapak rokok di warung sebelah"
"Duitnya mana, Pak?"
"Minta sama Ibumu"
(sang Bapak mengajarkan langkah-langkah merokok)

Di lain hari,
"Prie, bagi duitnya donk!"
"Hah? Buat apaan?"
"Sepuluh ribu aja, buat beli rokok"
"Wah, lagi ga ada"
(bukan pelit, gak rela aja duitnya buat beli rokok. Mending kalo buat beli makan)

6 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Benar banget. Rokok tidak hanya membahayakan bagi si perokok tsb, tetapi juga orang yang ada disekelilingnya. Saya pribadi juga sangat tidak tahan berdekatan dengan para perokok, namun kadang kita mau tidak mau harus bersinggungan dengan mereka saat berada di tempat2 umum. Mau menegur, kayanya kok segan ya :(

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..