30 May 2010

Thank You for Smoking

‘Uang Rokok’ untuk Isap Asap          
Pro dan Kontra soal rokok haram belum berakhir dan seolah tak berujung. Ya, benda sepanjang sembilan senti itu ternyata punya cerita panjang, bahkan tembakau pernah menjadi mata uang tak resmi. 


Kini, rokok seolah menjadi alternatif pembiayaan. Kita lihat saja Sampoerna yang memberikan beasiswa, Djarum Super yang menjadi sponsor utama penyelenggaraan Indonesia Super League hingga penyelenggaraan pentas musik grup papan atas yang tak pernah lepas dari sponsor rokok. Iklan rokok di televisi, koran, majalah atau bilboard seolah dengan mudahnya mendapatkan positioning dari konsumen dengan jargon-jargonnya seperti Pria Punya Selera, Pria Pemberani, Enjoy Aja atau Nggak Ada Lo Nggak Rame.

Banyak orang bilang industri rokok menyumbang pajak yang besar untuk negara, serta 'sumbangan' lain dari rokok untuk pengangguran atau yang lain di negeri ini. Hal seperti inilah yang menggiring kita untuk mau mengucapkan ''thank you for smoking''.


Rokok bisa menjadi alat yang paling ampuh untuk menciptakan sebuah persahabatan. Diawali dari minta rokok atau sekedar 'pinjam' api, obrolan ringan bisa tercipta. Sebutan ''uang rokok'' mewakili simbol persahabatan untuk membahasakan uang suap atau uang tanda terima kasih. Namun justru karena rokok terciptanya jarak antara perokok aktif dan perokok pasif. Soal hak masing-masing kubu pernah saya utarakan di sini. Intinya lo enak, gue juga enak. Jangan hanya lo yang enak, gue yang isap asap. Lo punya hak untuk merokok tapi jangan kesampingkan hak gue menikmati udara tanpa asap rokok. 

(memperingati World No Tobacco Day, May 31st, 2010, | Ketika para perokok aktif di luar sana mengeluh dan berjuang untuk berhenti merokok, alhamdulillah sampai sekarang saya tidak berminat dengan racun tersebut)

9 comments:

  1. Ckckckckck .. gmna mw maju generasi muda indonesia nih ?? Waduh .. _"

    ReplyDelete
  2. Ayo podo ngrokok, ben petanine makmur...

    ReplyDelete
  3. @ rahasia : si Sandi perokok cilik, don't try this at home
    @ pak mars : thanks for smoking..

    ReplyDelete
  4. wah sayange aku wes ra smoking je. Ra entu ucapan tengkyu dong? :p

    ReplyDelete
  5. Biyen aku gak ngrokok. Lha nek sak iki yo podo, tetep gak ngrokok.

    ReplyDelete
  6. Judulnya mengingatkan saya pada sebuah film yg di adaptasi dari sebuah novel...

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete
  8. I just found this blog and have high hopes for it to continue. Keep up the great work, its hard to find good ones. I have added to my favorites. Thank You. bubblers

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..