02 March 2014

Monumen Tambangan, Landmark Baru Kota Samarinda

Kapal tambangan atau nama lain dari kelotok merupakan sarana transportasi tradisional warga Tepian yang murah dan mudah di antara geliat perekonomian sungai Mahakam. Biasanya warga memanfaatkannya untuk sarana menyebrang dari Samarinda kota ke Samarinda Seberang dan/atau sebaliknya.

Monumen Tambangan

Nama Monumen Tambangan mungkin masih terdengar asing di Samarinda, namun landmark yang baru dalam tahap pembangunan ini seolah hadir sebagai simbol keberadaan kapal tambangan yang turut membantu perputaran ekonomi warga Tepian.

Berada di tepian sungai Mahakam Jl. RE Martadinata tepatnya sebelah SPBU Teluk Lerong, kawasan Monumen Tambangan menjadi tempat yang pas untuk bersantai sambil menikmati panorama di sekitar sungai Mahakam.

Monumen Tambangan

Sesuai dengan namanya monumen ini memajang kapal tambangan dari kayu setingi kurang lebih 3 meter dengan 5 tiang penopangnya. Kapal tambangan itu sendiri dicat warna hitam dan merah ala corak sarung Samarinda.

Saat saya mengunjungi tempat ini pembangunannya belum selesai menyisakan tahap akhir pengerjaan lantai monumen yang masih berupa tanah dan fondasi. Semoga tidak lama lagi pembangunannya benar-benar selesai dan warga lebih nyaman menikmati waktu luang di tempat ini.

Senja di Mahakam
Menikmati senja di tepian Mahakam

4 comments:

  1. itu fotonya pakek efek HDR bukan? Hehehe


    Btw itu aku gak ngerti besar monumennya sebesar apa, soalnya gak ada manusianya sebagai pembanding.. :D

    Hmm.. 3 meter ya... segini paling yaa... *sambil lihat atap rumah*

    ReplyDelete
    Replies
    1. ntar deh tak maenkan di photoshop dulu :)

      Delete
  2. Kapal tambang bukannya Tongkang ya??!! Klo yg ada di monumen itu sih kapal ketinting

    Dan klo mo mengangkat tema kendaraan tambang, lebih cucok si BIG FOOT lah *protes gak jelas* ;p

    ReplyDelete
    Replies
    1. kapal tambangan mbak bukan kapal tambang, ini nama lain dari ketinting, kelotok atau yang lain. :)

      Delete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..