30 March 2008

Semangat Si Kucing (Garong)

Jarum jam menunjukkan angka 11 malam, rasa kantuk dan lelah menyelimuti setelah sore sebelumnya menyelesaikan 2 game bulutangkis. Tak berlama-lama kuputuskan untuk segera beranjak ke peraduan. Tapi belum lama mata ini benar-benar terpejam, suara gaduh di luar terasa sangat mengganggu dan memaksaku untuk keluar sejenak. Ternyata sepasang kucing sedang ‘bercengkerama’. “Ssssshhhh..ssshhh…!!” usirku kepada pasangan sejoli itu. Acara tidurkupun kulanjutkan.

Belum genap kira-kira setengah jam, kembali aku dikagetkan dengan suara yang kali ini lebih berisik. Kucing-kucing itu lagi, pikirku! Kucoba kembali mengusir mereka, tapi alangkah kagetnya begitu melihat salah satu kucing ternyata berkepala kaleng!

Bukan..bukan, ini bukan cerita tentang hantu. Ternyata kepala kucing tersebut terjebak masuk–sepenuhnya–ke dalam kaleng makanan kucing hingga tak bisa melepaskan diri. Rasa iba seketika muncul untuk melepaskan derita kucing tersebut. Dengan agak kesulitan akhirnya berhasil juga. Sesaat setelah terbebas, kuteringat mimik muka kucing itu dengan menunjukkan taringnya layaknya hendak berkelahi. Ah, mungkin itulah cara kucing itu berterima kasih, pikirku.

Lama berselang baru kusadari suara gaduh sedari tadi ternyata satu-satunya usaha kucing tersebut untuk melepaskan diri berjalan kesana-kemari menabrak apapun yang ada di depannya tanpa bisa melihat. Beruntung dia masih bisa bernafas. Dan kucing yang satunya lagi mencoba menolong dengan mengeluarkan suara-suara gaduh layaknya bertemu dengan lawan. Dan ternyata mereka berhasil, setidaknya untuk membangunkanku.

Perjuangan tanpa henti si kucing semalam sepertinya menginspirasi pasukan Arsene Wenger di pertandingan semalam (halah bisa aja!!). Bermain dengan 10 pemain sejak pertengahan babak pertama dan tertinggal 2 gol tak membuat semangat untuk meraup 3 poin luntur. Determinasi dari tim Bolton membuat semangat juang Arsenal bangkit hingga akhirnya meraih kemenngan. Sejujurnya saat itu saya begitu bergembira Arsenal bisa kebobolan 2 gol. Ah, mungkin peluru Arsenal lagi mlempem gara-gara hujan, pikirku. Bukan karena saya fans Bolton, tapi karena saya fans MU yang notabene adalah rival Arsenal (he…subjektif baget yah!!). Babak kedua tak bisa kuselesaikan karena mata yang semakin redup gara-gara kucing sengsara tadi.

Esoknya kutonton highlight sepakbola di TV dan kaget saat membaca judul “Gol Bunuh Diri Menangkan Arsenal”! Gila, pikirku. Tertinggal 2 gol 10 pemain bisa nyalip 3 gol! Sejenak kemudian ku simpulkan ah, mungkin inilah mental juara.

Di liga spanyol, Barcelona yang bertandang ke stadion Real Betis bernasib tak jauh beda. Unggul 2 gol di babak pertama terpaksa harus melepas kemenangan setelah disalip 3 gol.

Di final liga Champion beberapa tahun yang lalu saya teringat Liverpool yang sukses menyalip AC Milan yang sempat memimpin 3 gol dan akhirnya harus pulang dengan kekalahan.

Selanjutnya ada Manchester United yang sukses mempersembahkan trebble winner setelah di final Liga Champion musim 1998/1999 membalikkan keadaan di menit-menit terakhir. Tertinggal 1 gol di babak pertama tak membuat pasukan Sir Alex Ferguson patah arang. Serangan demi serangan dilancarkan namun tak membuahkan hasil hingga petaka bagi Bayer Munchen itu datang. Dua tendangan sudut David Beckham di 2 menit sisa masa injury time menghapus kemenangan Bayer Munchen yang sudah di depan mata.

Arsenal, Real Betis, Liverpool hingga Manchester United mungkin sedang beruntung. Tapi keberuntungan itu tak datang begitu saja tanpa usaha yang maksimal. Semangat berjuang tinggi dan terus menerus tanpa henti tentu akan menciptakan hasil yang positif.

Inspirasi seperti itu pulalah yang saya dapatkan dari seekor kucing yang kepalanya terjebak di dalam kaleng semalam sekalipun si kucing harus jatuh bangun dan membangunkanku dari tidur.

Lain kali hati-hati ya cing!! :D

Baca Juga :

Menyerah Itu Mudah

Setan Merah Tak Lagi Kesetanan

5 comments:

  1. huhu, bukannya nolong si kucing, malah sibuk jadi pengamat. :)

    ReplyDelete
  2. ternyata ada hubungannya juga antara kucing dgn sepakbola, btw kalo emang bener dikaw nolong kucingnya aku salut, krn I'm 100% cat lovers, miaw...

    ReplyDelete
  3. Yang sebenarnya Aprie yg masang kaleng ke kepala kucing, dia ingin menguji daya juang, daya tarung kucing.

    Arsenal berhasil menggarong keunggulan 2-0 Bolton.

    ReplyDelete
  4. @vina : he...bukan pengamat mba, tapi mengamati.halah apa bedax!!??

    @nina : kebetulang sengaja dihubungkan mba' (halah kebetulan koq disengaja!!). kan datangx inspirasi dari mana aja kan!!

    @setan merah : wah kurang kerjaan tuh orang masang kaleng di kepala kucing (loh!!ngomongin sapa sih??)

    ReplyDelete
  5. Akhirnya....lega rasanya bisa buka blognya mas prie, dah tak coba 100x lho. Mungkin sama rasanya kaya kucing itu yang bisa keluar dari lubang kaleng. dah mas tidur aja lagi...

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..