16 March 2009

Panik

Destructive. From Hero to Zero

Panik dapat diartikan bingung, gugup atau takut dengan mendadak sehingga tidak dapat berpikir dengan tenang sehingga menimbulkan kecemasan. Rasa panik dapat membuat seseorang kehilangan akal sehat dan bertindak secara spontan. Dalam kondisi tertentu, panik dapat memperburuk keadaan bahkan bisa dibilang memiliki sifat destruktif.

Sebagai contoh saat terjadi isu tsunami setelah terjadi gempa Jogja 27 Mei 2006 lalu. Masyarakat dilanda kepanikan yang luar biasa mendengar teriakan orang-orang yang berlarian menuju ke Utara. Maklum mereka – termasuk saya – telah terbayang kondisi tsunami Aceh 2 tahun sebelumnya. Padahal kalau dipikir-pikir kota Jogja berada di ketinggian setidaknya sekitar 125 meter di atas permukaan laut dan berjarak setidaknya 40 km dari bibir pantai.

Meskipun dalam kondisi yang menguntungkan dengan menjadi tuan rumah di Old Trafford, Ronaldo cs, terlihat bermain tidak fokus dan cenderung panik. Lihat saja gol pembuka dari Liverpool yang berawal dari kesalahan Vidic dalam mengantisipasi bola umpan jauh yang berakhir dengan gol. Tidak sampai di situ, kesalahan Vidic selanjutnya berbuah kartu merah setelah melanggar Steven Gerrard yang semakin menyudutkan Si Setan Merah. Alhasil 2 gol tambahan berhasil menjebol gawang Edwin Van Der Sar yang hanya bisa terpaku mati gaya melihat bola menembus keperawanannya gawangnya.


Ironis, sepekan sebelumnya Vidic menjadi pahlawan pembuka gol saat MU menjamu Inter Milan di gelaran Liga Champion. Alih-alih memperketat barisan pertahanan bersama Rio Ferdinand, Vidic malah menjadi kambing hitam di laga itu. Bisa dikatakan from Hero to Zero. Bila ingin menambah tropi di musim ini setelah juara dunia antar klub dan Piala Carling, tentu pembantaian dari Liverpool harus dijadikan pelajaran berharga.

(Saya beruntung masih bisa menguasai rasa panik ketika belajar mengemudi kendaraan roda 4 untuk yang pertama kalinya duduk di belakang kemudi kemarin sore. Berbekal sedikit pengetahuan tentang Safety Riding saya bisa tenang memegang kemudi. Boleh percaya boleh tidak, seumur-umur baru kali ini saya belajar nyetir mobil dan saya sedikit terbantu dengan pengalaman mengemudi melalui simulator game!!!)

Gambar diambil dari detiksport.com

17 comments:

  1. begitulah pesepakbola,

    mudah disanjung, mudah pula dicaci maki :)

    ReplyDelete
  2. mau balas dendam karena PR blog anda diturunkan google ? kliklah sebanyak2nya iklan adsense yang anda jumpai dimana pun adword berada..agar para advertiser merasa rugi dan kembali beralih ke paid review sebagai media periklanan yang jitu

    ReplyDelete
  3. cieeeeeeeeeeee mo beli mobil yaaaaaaaa, pantes belajar *siulsiul*

    ReplyDelete
  4. bener..aku juga panik, kebetulan aku lagi di Jogja waktu itu

    ReplyDelete
  5. olah raga biar tau sportivitas eh ternyata ada kekerasannya juga ya....panik karna lum terbiasa...aja tuh...

    ReplyDelete
  6. @rayearth :
    mudah jadi kambing hitam

    @paid review :
    HOAX??

    @phie :
    hora, mumpung ono wektu kok.
    nek ndongake tuku mobil yo tak aminke wae..
    hahaha..

    @edo :
    jogja juga to?

    @wh :
    setuju tuh, belum terbiasa menghadapi tekanan.

    ReplyDelete
  7. panic at disco enak loh lagunya.. hehehe.. gak semua panik itu jelek,, nyata panic at disco itu enak.. hahaha.
    sory klo agak gak nyambung..

    ReplyDelete
  8. @barack obama :
    (thinking)

    @kavi :
    wah apaan tuh?

    ReplyDelete
  9. hahah,, kagak ada apa2nya tu MU :P hahahaha
    ya namanya juga bola,, dan ini permainan ada yg menang dan ada pulang yg kalah :D

    ReplyDelete
  10. .....panik....hmm...aduuuh...aku harus ngisi komen apaan nih? panik nih gue....

    ReplyDelete
  11. saya malah panik waktu baca postingan ini..panik gak bisa ngasi komen hihihihi

    ReplyDelete
  12. He..he...sama tuh dengan komentarnya Tutorial Website di atas, aku panik soale bingung mo kasih komen apa, soale bingung dengan hubungan panik dan sepak bola...ah aaaah gelaaap !

    ReplyDelete
  13. Panik..bersabar aja biar ada hikmahnya..

    ReplyDelete
  14. @rizky :
    bola itu memang bundar

    @zujoe:
    jangan panik dunk.

    @tutorial website :
    (doh) kok pada panik ya?

    @ani :
    cuma analogi aja mba..

    @Dinoe :
    setuju..

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..