12 June 2014

Garuda Indonesia A330-200, Rasakan Bedanya! | Media Trip Garuda Indonesia Facilities

Salah satu keistimewaan dari perjalanan Media Trip Garuda Indonesia Facilities 4-5 Juni yang lalu adalah penggunaan armada Airbus A330-200 yang akan membawa rombongan dari Balikpapan ke Jakarta.
A330

Berawal dari diskusi singkat di twitter dengan salah satu peserta rombongan mengenai armada yang digunakan, perjalanan BPN-CGK akan menggunakan pesawat tipe Airbus A330! Ya, A330 bukan A320, bahkan saya hanya menebak bakalan naik B737-800NG. Pada akhirnya pihak Garuda Indonesia cabang Balikpapan mengonfirmasi melalui akun @Garuda_BPN bahwa armada yang akan digunakan adalah A330-200. Tepuk hore!

Bagi saya ini bukan pertama kali menikmati kenyamanan armada Airbus A330, beberapa waktu lalu pernah menikmati kenyamanan A330 seri 300 milik maskapai negara tetangga. Namun kali ini sensasinya berbeda, seperti baru pertama kali naik karena ini A330-200 dan maskapai flag carrier milik negeri sendiri. Indonesia! Garuda Indonesia! 

Satu aktivitas wajib setiap naik pesawat adalah spotting winglet! (Winglet itu apa? buat apa? Baca : Makin Seksi dengan Winglet). Syarat untuk bisa spotting winglet adalah mendapatkan kursi strategis dan berdasarkan seat plan Airbus A330-200 nomor kursi yang tepat sepertinya ada di window seat baris 22-25 (view langit dan sayap, kalau mau view tampak mesin ya pilih seat lebih depan). Pilih aja nomor kursi kesukaanmu, bisa kok kecuali kursi pilot :)

Dan berhubung tidak bisa request nomor kursi jadi harap-harap cemas ketika Ecky Lazuardi, Marketing Communication Executive Garuda Indonesia cabang Balikpapan sekaligus tour leader menyodorkan boarding pass dan tercetak 28C! Aisle seat! Oke, lupakan spotting winglet dan sempat dipanas-panasin sama Frisca yang mendapat window seat K. Hasyeemm!  

Dengan seat configuration 36 kursi kelas bisnis dan186 kursi kelas ekonomi, tempat duduk A330-200 mengadopsi kursi 2-4-2 dan memiliki nomor AC-DEFG-HK (entah mengapa nomornya loncat). Aisle left seat is much better than aisle middle. Dan ritual pun berlanjut. 

Winglet
Loving the blue..iya kamu.. I love you!

Perihal seat pitch kelas ekonomi cukup lega, dengan 32 inchi pitch menyisakan legroom yang lapang. Selonjoran…!!
Seat Pitch A330-200
legroom-nya lega
Ecky Lazuardi, Marketing Communication Executive Garuda Indonesia cabang Balikpapan menuturkan penggunaan Airbus A330-200 ini sebagai jawaban atas permintaan faktor booking tiket penerbangan  rute Balikpapan-Jakarta yang melebihi kapasitas armada Boeing 737-800NG yang selama ini digunakan. Ecky menambahkan bahwa load factor BPN-CGK dengan B737-800NG berkapasitas 156 penumpang selalu 100%. Untuk itulah, mulai 7 Mei 2014 digunakan A330-200 berkapasitas 222 penumpang untuk rute yang sama di jam prime time.

Dengan penggunaan A330-200 ini load factornya berada di angka 80-90%. Bukan tidak mungkin akan ada penggantian armada B737-800NG ke A330-200 pada rute CGK-BPN,vv di jam lain bila permintaannya cukup menjanjikan.
Saat ini Garuda Indonesia melayani rute CGK-BPN vv 8 kali sehari. Satu di antaranya menggunakan A330-200 GA564 CGK-BPN pada jam 08.50 WIB dan GA567 BPN-CGK pada jam 13.05 WITA.
Info tambahan, Airbus A330-200 GA567 PK-GPN yang kami tumpangi ternyata baru berusia kurang dari 3 tahun. Bermesin jet buatan Roll-Royce pesawat ini pernah menerbangi rute Jakarta-Jogja, Jakatra-China, Jakarta-Amsterdam-Dubai!

In-Flight Entertainment
Tidak jauh berbeda dengan A330 seri 300, A330-200 ini dilengkapi dengan in-flight entertainment berupa majalah Garuda Indonesia serta PTV Audio Video On Demand (AVOD) di setiap kursi. Berbagai jenis video musik, film layar lebar atau permainan menunggu untuk dipilih guna menemani sepanjang perjalanan. Kalau saya waktu itu memilih tontonan yang ringan, Manusia Setengah Salmon.
PTV
Personal TV in-flight entertainment di setiap kursi. Ga jadi ngantuk!
Sebagai tambahan, petunjuk prosedur keselamatan penumpang (safety demo) disajikan lengkap melalui video di PTV berukuran 10", termasuk beberapa data penerbangan seperti real position, speed, altitude, temperatur di luar pesawat, dan info lainnya secara real time. Saya tak menyadari  pesawat mulai pushback dan taxi hingga menuju runway dan bersiap untuk tinggal landas. 

In-Flight Meal
Setengah jam mengudara dan berada di ketinggian 40.000 kaki, awak kabin mulai menawarkan 2 menu hot meal makan siang nasi dengan lauk ayam atau nasi dengan lauk daging sapi. Saya memilih menu terakhir dan tak berapa lama kemudian menu tersaji di meja.

Hot Meal
menu hot meal siang itu | photo : Natha
In-flight meal serving
Gara-gara Media Trip bisa bebas ngambil foto :) | foto : Natha
Sempat khawatir dengan tekstur daging yang terlalu repot untuk dinikmati, pada sendokan pertama kekhawatiran langsung lenyap. Tekstur daging cukup lembut dan mudah dipotong dengan sendok. Hmm..semakin penasaran dengan dapur catering service Garuda Indonesia. 

In-Flight Meal
Boleh bawa pulang sendok garpunya ga? #eh
Belum selesai menonton film, layar LCD terinterupsi oleh Passenger Announcement dari pilot dan pramugari yang memberitahu pesawat akan segera mendarat. Lampu tanda sabuk pengaman telah dinyalakan, lipat meja dan tegakkan sandaran kursi dan tak berapa lama terdengar suara kapten pilot memberi aba-aba,
"Flight Attendants landing position"
Terdengar suara bergemuruh dari lambung pesawat, gear down, flaps down dan touchdown! Sebuah pendaratan yang benar-benar mulus yang diakhiri dengan thrust reversing.
Good job, capt!  
Thanks for your Garuda Indonesia Experience!

FA
keluar pesawat paling belakang nunggu sepi demi dapet foto awak kabinnya









2 comments:

  1. Wah, kalau kakinya bisa lega gitu, aku bisa nyaman nih duduknya. Soalnya kakiku lumayan panjang..

    ReplyDelete

Terima kasih atas kunjungan dan komentarnya..